Ads

Review Website Milis Sehat


Sebelum menikah saya mulai mencicil mempersiapkan hal-hal yang menurut saya wajib dipelajari sebagai bekal menjalani kehidupan pernikahan, karena menikah adalah sebuah ibadah paling panjang dalam hidup kita maka saya ingin mengamalkannya dengan ilmu yang benar bukan asal praktek, agar terasa manfaatnya di dunia dan akhirat. Tidak hanya materi islamic parenting, psikologi suami istri, fiqih nikah, namun juga tentang tumbuh kembang anak, social emotional, dan kesehatan keluarga terutama kesehatan anak. Salah satu platform favorit saya dalam belajar ilmu kesehatan pranikah misalnya tentang anjuran untuk melakukan beberapa vaksinasi dan uji lab ini perlu apa tidak sih sebenarnya, kalau pun perlu sejauh apa tingkat kebutuhan kita pada tindakan medis tersebut hingga materi terkait kesehatan keluarga terlebih kesehatan anak. Saya selalu mencarinya di situs milissehat. Situs ini juga memberikan kelebihan kemudahan berlangganan artikel mereka lewat email. Memang sedikit kurang nyaman saat memutuskan berlangganan karena setiap hari bisa puluhan bahkan ratusan notifnya. Tapi meski demikian ada yang bikin betah juga, karena selain SP (smart parents) sebagai member terbanyak, ada juga Dokter-Dokter yang oke. Tipikal dokter yang benar-benar dicari dan dibutuhkan masyarakat kita. Seperti dr. Apin yang hits di sosial media terkait postingan2 edukasinya dalam bidang kesehatan anak dan dr. Purnawati, dr. Anto, dr. Widhi, dr. Yoga adalah sebagian dokter yang berperan aktif untuk mencerdaskan masyarakat indonesia tentang kesehatan.

Menjadi pasien juga mesti cerdas!

Dari Milissehat saya jadi terbiasa belajar mencari tahu terlebih dahulu segala sesuatu yang berkaitan dengan penyakit, agar nanti ada bahan pembicaraan dengan dokter yang menangani anggota keluarga saya. Biasanya rujukan jawabannya ke situs http://www.mayoclinic.com/ setelah dari dokter biasanya di resepin obat, kita prefer mesti baca-baca dulu di http://www.drugs.com/. Karena saat awal-awal kehamilan, pernah saya diresepin obat yang setelah saya baca di drugs.com, termasuk jenis obat yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Memang terkesan bawel dan nggak percaya dokter. Namun jika hidup di Indonesia hal-hal demikian harus kita lakukan karena kebanyakan dokter di Indonesia tidak mau memberikan penjelasan yang rinci kepada pasien, solusinya kita yang harus aktif bertanya untuk dapat transfer knowladge. Nah kalau nggak ada bahan pertanyaan, lalu kita mau nanya apa? Jadi kita tidak sekedar dateng dan dikasih resep, kalau masih sakit ya balik lagi. Sehingga akhirnya saya selalu memastikan apa diagnosis penyakitnya, apa terapi atau pengobatan yang harus diberikan di rumah, dsb. Saya jadi mendapatkan banyak informasi tentang dunia ibu dan anak, apalagi saat itu masih menjadi ibu baru. Seperti apa batas normal tumbuh kembang anak saya, apa saja batasan ketika anak sulit makan masih dianggap wajar, dsb.

Di Milissehat, selalu diajarkan untuk mencari tau terlebih dahulu, belajar dulu sendiri, baca sana sini, baru kalau mentok bisa tanya ke milis. Atau kalau bingung, mau baca apa, tinggal tanya keywordnya, biasanya SP dan Dokter akan kasih tau clue-nya, dan membiarkan kita belajar sendiri dulu. Salah satu yang terkadang bikin males, karena link yang dikasih hampir 99% berbahasa Inggris, hehe.. Tapi, untuk yang benar-benar tidak mengerti, biasanya akan jujur saja di forum, dan minta tolong di-translate.. Suka deh dengan metode belajar yang seperti ini, pasien tidak disuapin terus, tapi mesti belajar. Semoga tidak ada jenuh untuk belajar tentang kesehatan, karena saat kita sudah berkeluarga (dan mempunyai anak), dokter yang sesungguhnya justru orang tuanya, bukan dokter umum luar, apalagi dokter spesialis anak lainnya . Milissehat adalah website kesehatan yang selalu saya buka pertama kali sebagai rujukan apabila terdapat anggota keluarga saya yang sedang dalam kondisi tidak fit, terutama untuk anak saya.

Milissehat adalah website yang digawangi oleh Yayasan Orang Tua Peduli (YOP), sebuah perkumpulan para dokter dan orangtua yang concern terhadap permasalahn kesehatan.

Jargon yang selalu digaungkan adalah RUM, bijak antibiotik, dan smart parent.

RUM atau Rational Using Medicine adalah dimana “Pasien menerima pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan klinis mereka (Tepat Indikasi), dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan individual (Tepat Obat), untuk jangka waktu yang sesuai (Tepat dosis dan pemberian) dan dalam biaya terapi yang terendah bagi pasien maupun komunitas mereka (Tepat Biaya).” Dari situ saya baru mengetahui ada istilah RUM (rational use of medicine), sementara banyak dokter yang kalau kita jadi pasien yang nerima aja, jatuhnya malah kena sama dokter iRUM (i for irrational). Ketika saat ini istilah "RUM" (Rational Use of Medicine) sangat populer di kalangan para ibu, hakikatnya sebenarnya bukan menjadikan kita anti terhadap antibiotik. Namun, akhirnya kita bijak dalam memahami setiap tindakan medis yang diberikan kepada anak kita saat sakit. Karena memang hal demikian sudah menjadi hak kita sebagai pasien. Mungkin sebagian besar dari kita memang bukanlah dokter yang mampu mendiagnosis penyakit dan memberikan resep obat. Namun, setidaknya kita mampu menjadi ibu yang cerdas untuk mengetahui setiap tindakan medis yang dilakukan kepada anak kita.

Dari milis sehat saya juga jadi belajar sedikit sedikit mengenai clinical guidelines setiap penyakit, yang mana jarang banget ada dokter yang mau jelasin ke pasien. Atau tentang penegakkan diagnosa saat kita ke dokter, saya jadi berani tanya macam-macam dengan si dokter, saat sebelumnya saya tipikal pasien yang mendengarkan. Saya jadi berani menanyakan bahasa medis untuk diagnosa dari Dokter, gak terima aja kalau ketemu dokter yang bilang jenis penyakit dengan bahasa non-medis, karena gimana bisa belajar dan tanya-tanya dengan dokter lain saat dikasih diagnosa gak jelas. Nah, di milis ini saya banyak belajar.

Bagi yang belum pernah tahu, website Milissehat sangat mudah diakses, dengan mengetik alamat milissehat.web.id. Display cukup sederhana namun sarat akan informasi. Didalamnya erdapat menu :

1. Info penyakit yang didalamnya berisi lengkap dari mulai penyebab, gejala, penularan, komplikasi, tanda kegawat darurat, terapi dan pencegahan,

2. Info obat dimana berisi kandungan, fungsi obat, dan efek samping.

3. Tanya jawab berisi Q&A mengenai topik common dalam kesehatan.

4. Tata laksana dalam menghadapi kondisi sakit.

5. Info kegiatan yang berhubungan dengan milissehat

6. Fitur Download berbentuk pdf

7. Fitur search untuk memudahkan proses pencarian dengan memasukkan keyword yang diinginkan

8. Dan fitur untuk bergabung menjadi anggota milis.

Saya yakin, beberapa ibu pasti pernah masuk ke dalam ruang diskusi entah dalam level santai hingga serius tentang masalah MPASI, GTM (Gerakan Tutup Mulut) alias anak susah makan, sufor vs asi, antibiotik, RUM, dsb. Nah, di saat idealisme dalam hal merawat anak begitu tinggi, justru tantangan datang silih berganti, salah satunya ketika anak diuji dalam hal kesehatan. Hati ibu mana yang tak sedih, bingung, panik dan penuh ketakutan menghadapi tantangan tersebut? Sebagai ibu muda yang tidak memiliki pengalaman sama sekali dan tidak pernah belajar bidang ini sebelumnya, anda mungkin mengalami hal yang sama dengan saya. Bingung, panik, dan bahkan takut.

Nah, monggo ditilik websitenya untuk jadi bahan wawasan kita sebagai orang tua untuk menjadi smart parent. Be smarter, be healthier. Jangan mau jadi "korban" tsunami informasi dalam hal pengasuhan anak. Akhirnya justru kita tidak memiliki kepekaan dalam mengidentifikasi kebutuhan keluarga terutama anak dan potensi anak malah tidak tergali. Alasannya karena terlalu banyak informasi yang tidak mampu kita filter dengan baik. Karena setiap detik antara mitos vs fakta seputar pengasuhan dan kesehatan anak datang silih berganti.

Selain menggarap website Milissehat yang bisa diakses oleh siapa saja, mereka juga menggarap milis berbasis email untuk siapa saja yang mau mendaftarkan diri.

Ada yang familiar dengan markas sehat?? Naaah itu merupakan salah satu produk dari YOP juga yang berupa klinik kesehatan.

Posting Komentar

0 Komentar