Ads

Review Aplikasi Primaku IDAI

Image result for primaku idai

Sejak kelahiran Utsman saya menggunakan form denver dan juga tabel berat badan dan tinggi badan yang ada di buku catatan kesehatan dari RS Hermina untuk memantau tumbuh kembangnya. Dapat info tentang aplikasi Primaku IDAI dari WAG GIM yang saya ikuti sejak hamil di trimester ketiga, tapi tidak saya download karena lupa.Namun kemudian diingatkan oleh dr. Apin dan dr. Meta di sosial medianya. Ternyata saya suka banget dengan aplikasi ini karena bener-benar bermanfaat sekali.

Anak dapat bertumbuh dan berkembang dengan normal sesuai dengan usianya, atau bahkan optimal sesuai dengan potensinya, adalah harapan setiap orang tua. Namun sebagai orang awam terhadap ilmu medis ada kalanya timbul rasa ragu dalam memastikannya. Hal inilah yang membuat saya, sepertinya kok ribet banget ya. Pakai form ini itu untuk mengecek tumbuh kembang Utsman.

Sebagaimana kita ketahui, orang awam memang tidak boleh mendiagnosis delay pada anak-anak. Namun sebagai orang tua, orang tua WAJIB memahami tanda-tanda apakah yang patut dipantau. Sehingga ketika tanda itu muncul, saya bisa berkonsultasi dengan dokter sedini mungkin. Serta juga memberikan informasi yang akurat bagi dokter dalam observasinya.

Menurut IDAI, seribu hari pertama kehidupan anak (mulai kehamilan sampai usia dua tahun) adalah masa yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Keterlambatan atau kekurangan pada masa ini yang tidak segera ditindaklanjuti dapat berdampak pada kesehatan dan kemampuan anak dalam jangka panjang.

Jadi kita sebagai orang tua kudu aware dan mau ribet dikit buat belajar terkait tumbuh kembang anak. Apa saja yang perlu dipantau dalam tumbuh kembangnya?

1 . Pertumbuhan.

Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran tubuh bayi atau anak. Gampangannya si, anak tambah tinggi, tambah berat, tambah besar (lingkar kepala).

Nah, setelah ditimbang dan diukur tinggi dan lingkar kepalanya, hasil pengukuran tersebut diplot ke kurva pertumbuhan. Cek deh di KMS (Kartu Menuju Sehat) yang dikasih dari RS atau fasilitas kesehatan lain saat melahirkan, di situ ada kurva pertumbuhan.

Jadi biar tidak gampang baper kalau ada yang bilang, “anaknya kurusan ya?” Tapi kita bisa jawab dengan cerdas dengan data dan faktanya di KMS.

2. Perkembangan.

Perkembangan adalah pertambahan kemampuan bayi atau anak.

Kemenkes RI mengeluarkan KPSP (kuesioner pra skrining perkembangan). Kuesioner ini berisi 9-10 pertanyaan tentang kemampuan perkembangan yang telah dicapai anak, sesuai kelompok usianya.

Misalnya untuk usia anak 2 tahun, pertanyaan-pertanyaannya untuk mendeteksi keterlambatan usia 24 bulan adalah, “Apakah anak dapat meletakkan satu kubus di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu?” dan seterusnya. Idealnya skrining ini dilakukan oleh tenaga medis ya…. Jadi mereka mengamati perilaku anak. Sesekali dilakukan di rumah si boleh, tapi hasilnya tentu tidak bisa menggantikan konsultasi dengan dokter.

Nah kegiatan pemantauan ini sekarang bisa dilakukan lewat Aplikasi Primaku IDAI, jadi nggak ada alasan nggak bisa mantau tumbuh kembang anak karena buku KMS hilang. Aplikasi ini adalah aplikasi berbasis smartphone yang resmi dirilis oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Thta’s why namanya Prima, singkatan dari Program IDAI untuk Membangun Anak Indonesia (PRIMA).

Di dalam satu aplikasi ini, saya mendapatkan fitur-fitur yang penting dan sering saya gunakan untuk memantau tumbuh kembang anak saya:

1. Ada form untuk memantau PERTUMBUHAN anak, yaitu adanya kurva pertumbuhan.

Orang tua bisa mengisi berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala anak, kemudian nanti akan diolah dalam bentuk kurva secara otomatis. Selain dalam bentuk kurva/ grafik, olahan data juga akan muncul keterangan apa status gizi anak, apakah baik atau tidak, lalu apakah sudah sesuai antara tinggi dengan berat badannya. Enaknya lagi ada rekomendasi nutrisinya.

2. Ada kuesioner untuk memantau PERKEMBANGAN anak.

Yaitu dengan form Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Hal ini penting agar saya bisa tahu apakah anak saya berkembang sesuai dengan usianya.

Dari 9 atau 10 pertanyaan nanti akan muncul hasil apakah perkembangan anak sesuai, meragukan atau menyimpang.

Nah, berbeda dengan yang di tab pertumbuhan, rekomendasi yang ada di tab perkembangan ini detail dan sangat praktis sekali. Jadi ada dua rekomendasi yang diberikan, yang pertama adalah rekomendasi cara stimulasi per tahap pertumbuhan dan yang kedua adalah rekomendasi atau saran untuk ke dokter anak lebih lanjut.

Rekomendasi pertama (seperti foto di atas yang paling kanan) akan muncul otomatis pada setiap perubahan usia. Sementara rekomendasi kedua akan muncul setelah kita mengisi KPSP, pada pilihan deteksi keterlambatan. Apabila terdapat kondisi yang meragukan atau menyimpang, maka aplikasi akan memberi rekomendasi untuk ke dokter anak. Tapi tetap, seperti saya bilang tadi, skrining di rumah tidak menjadikan skrining oleh tenaga medis tidak diperlukan lagi ya. Kalau pas jadwalnya Posyandu, ya sok atulah ke Posyandu, biar dapat juga pendapat yang valid dari yang lebih berkompeten.

3 . Jadwal Imunisasi (Jadwal IDAI dan PPI)

Terdapat 2 jadwal imunisasi, jadwal vaksin IDAI 2017 dan jadwal PPI. Kok bisa ada 2 jadwal? Nah, kalau jadwal PPI ini adalah jadwal imunisasi yang program pemerintah, alias yang disubsidi, atau yang sering ibu-ibu sebut dengan imunisasi wajib. Sedangkan vaksin IDAI yaitu versi lengkapnya, imunisasi wajib dan tambahan. Nilai plusnya, jadwal imunisasi ini sudah otomatis disesuaikan dengan tanggal lahir si Kecil. Tapi tetap saja ya harus menginput tanggal kapan anak kita diimunisasi.

4 . Artikel kesehatan (>200 artikel)

Setelah ngisi-ngisi kolom diatas, artikel yang sudah tersedia ini bisa banget jadi tambahan bahan belajar seputar imunisasi, kesehatan anak, tumbuh kembang anak, dan pengasuhan anak. Tak perlu diragukan lagi karena artikelnya ditulis oleh dokter-dokter anak dari IDAI sendiri.

Nah, semenjak menggunakan PrimaKu, saya tetap tidak melupakan buku Kesehatan Ibu dan Anak yang berwarna pink dan buku catatan kesehaan dari RS Hermina temina karena memang semua itu perlu selalu saya update datanya agar memudahkan penggunaannya sewaktu-waktu. Misal mau ke dokter anak di RS ya saya bawa buku catatan kelahiran dan kesehatan Utsman, beda lagi jika ingin imunisasi ke Puskesmas, maka saya bawa buku KMS. Dengan begitu saya memiliki 2 pegangan. Berupa rekam kesehatan dan tumbuh kembang dalam bentuk buku dan soft copy. Jika bukunya hilang, setidaknya saya masih memiliki data yang terdapat di aplikasi Primaku.

Posting Komentar

0 Komentar