Ads

Day 4 Level 10: Membangun Karakter Anak dg Kisah & Sejarah

Membangun Karakter Anak dengan Kisah dan Sejarah

Kisah dan sejarah adalah tentara-tentara Allah yg menggerakkan. Misalnya cerita kejujuran, kisah para nabi dan rosul, biografi para imam serta para ulama.

Abdullah Bin Mubarok, memiliki orang tua sangat hati-hati dalam hal makanan yg masuk ke tubuhnya dan tubuh anaknya.

Mubarok tumbuh dewasa dan menjadi buruh di kebun buah, suatu ketika ia diminta majikannya untuk mengambil buah yg manis, namun ternyata tidak bisa, karena ia tidak pernah mengambil baik buah yang jatuh ataupun yg masih di pohon selama bekerja. Inilah bentuk pendidikan orang tua yang berhasil, orang tua meneladankan hanya makan makanan halal, maka Mubarok pun tumbuh menjadi pemuda yang selalu menjaga makanannya.

Bagaimana kehidupan mereka? Begitu sederhananya mereka, tentabg harta yang mereka pahami adalah tentang berkahnya harta. Bukan tentang banyaknya harta. Sehingga dari keberkahan harta halal tersebut maka lahirlah sosok ulama yang jika Ibnul qoyyim sedang futur (kondisi menurun setelah iman , keseluruhan atau parsial Meninggalkan ibadah) maka akan mendatangi majelisnya. Majelis Ibnu Mubarok.

Hal inilah yang juga saya dan suami perjuangkan selama tinggal di Korea Selatan untuk beberapa tahun kedepan, keluarga kami tinggal disebuah kota kecil kota yang terletak di provinsi Gyeongsang Selatan. Dengan penduduk yang mayoritas bukan muslim tentunya mencari makanan halal begitu sulit. Untuk mempertahankan ketahanan pangan keluarga saya dan suami memilih memasak sendiri walau pun sebenarnya di tempat perusahaan tempat kerja suami mendapatkan jatah makanan tiga kali dalam sehari selama hari kerja (Senin-Jum'at), namun karena Allah tidak menghalalkan bagi seorang muslim sembelihan dari orang musrik dan kafir serta babi yang menjadi menu favorit penduduk setempat. Tidak hanya masalah perdagingan tapi kami juga berhati-hati pada produk lainnya seperti roti, dairy, skincare yang kami tidak tahu kehalalannya maka akan kami jauhi. Sejauh ini kami hanya berpatokan pada Fatwa Halal Korea. Hal ini semata-semata karena kami ingin mentaati Allah dan memberikan keteladanan kepada Utsman untuk cukup hidup sederhana dengan yang halal adalah lebih baik dari pada bermewah2 dalam kelalaian. Bagi saya tidak mengapa uang habis untuk membeli makanan halal yang lebih mahal karena harus beli online dari pada memiliki tumpukan harta atau barang mewah namun di darah mengalir makanan haram. Ada pepatah, engkau seperti kualitas makananmu. Semakin banyak barang haram yang masuk ke tubuh, kami takut hal tersebut yang akan mengahalagi kami dan anak keturunan kami melakukan ketaatan kepada Allah. Na'udzubillah, semoga Allah selalu menjaga kami sekeluarga dan teman-teman semua dari makanan haram. Semoga kisah Abdullah bin Mubarrok tadi menginspirasi kita untuk selalu menjaga kehalalan rezeki kita (Aamiin). Tidak mudah memang, karena bertebaran aneka makanan lezat seperti bakso, cilok, cimol, sosis bakar, mie ayam dll. Namun alhamdulillah saya kini sudah terbiasa tidak membeli makanan sembarangan, saya memulainya sejak kuliah untuk tidak makan bakso, roti, sosis, daging-dagingan yang dijual dipingir jalan, yang mana tidak saya ketahui asal usulnya. Jika sangat ingin, maka saya akan belanja dan memasak hal ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mengurus keluarga.

Bagaimana roti bisa tidak halal? Karena kita tahu margarin apa yang mereka pakai boleh jadi dari baby, atau kuas apa yang mereka pakai untuk mengoles rotinya boleh jadi bukan terbuat dari plastik namun bulu babi kata Nanung Danardono dosen fakultas Peternakan UGM. Lalu apakah susu dan dairy bisa tidak halal? Apakah skincare bisa tidak halal? Nanti saya bahas ditulisan lainnya untuk lebih detail. Tapi yang jelas jawabannya "Iya, sangat bisa".

Posting Komentar

0 Komentar