Ads

Day 1 Level 10: Membentuk Karakter Anak Melalui Dongeng

Membentuk Karakter Anak Melalui Dongeng

Dongeng selama ini kita percayai merupakan cerita yang mengandung nilai moral dan sosial biasanya kita peroleh dari buku, cerita audio, atau secara visual. Ada banyak dongen beredar disekitar kita seperti mitos, sage, fabel, legenda, dan cerita lucu pelipur lara serta perumpamaan. Lantas manakah jenis dongeng diatas yang bisa diandalkan untuk membangun karakter (akhlaq) baik pada anak? Jawabannya tentu saja tidak ada kecuali hanya cerita legenda, itupun yang dapat dipercaya sumbernya bukan legenda asal-asal penuh kebohongan.

Anda tentu saja boleh berbeda pendapat dengan saya, namun saya memiliki prinsip yang jelas untuk anak-anak saya, mereka tidak perlu mengerti tentang mitos berupa cerita dewa-dewi, sage yang berisi kisah sihir, fabel yang mengambarkan binatang dapat berbicara, cerita pelimpur lara yang berisi bualan serta cerita perumpamaan yang kadang banyak berisi cerita lokal yang kurang banyak faedahnya. Jika anda berpikir kami orang tua kaku yang tidak asik, kembali saja keawal prinsip visi dan misi keluarga anda dan kami yang jelas berbeda. Hidup di dunia ini sangat rugi jika diisi dengan kesenangan yang tidak bermanfaat.

Generasi emas umat ini tidak dibangun karakternya dengan cerita aneh penuh kebohongan. Misalnya sosok Muhammad Al Fatih yang menaklukkan konstatinopel di usia 21 tahun, sejak kecil sudah hafal al Qur'an, hadist nabi, ilmu fiqh, matematika, falak dan strategi perang. Tentunya Nazarudin yang sempat viral disuatu zaman boleh jadi karena cerita yang sangat digandrunginya saat kecil adalah cerita Si Kancil Anak Nakal yang sering diputar di stasiun TV Nasional, akhirnya lahirlah generasi kancil, sebagaimana digambarkan dalam cerita tersebut sebagai tokoh yang licik dan penuh tipu daya.

Dari perbedaan dua generasi tersebut sebagai orang tua mengambil banyak pelajaran sehingga tidak sembarangan memberikan buku yang dibacakan dan berikan pada anak-anak, saya sendiri memiliki prinsip untuk tidak membacakan buku lain selain Al Qur'an dan terjemahannya untuk Utsman diusianya saat ini, hal ini saya rencanakan untuk saya rutinkan sejak ia masih kecil hingga usia dua tahun. Alhamdulillah walau penuh tantangan bisa berjalan hingga hari ini.

Posting Komentar

0 Komentar