Ads

Aliran Rasa Game Level 10


Berkisahlah Bu. Aliran rasa game level 10 ini mengajak saya semakin semangat dalam berkisah (menyampaikan sebuah informasi kepada anak), sebuah rutinitas rutin yang ingin saya dan suami ikhtiarkan setiap hari. Memperdengarkan kisah Rasulullah, kisah para nabi dan rasul, kisah umat terdahulu, kisah dalam Al-Qur'an, dan kisah lain yang benar-benar terjadi. Dalam rangka salah satu upaya menanamkan iman, mengokohkan akhlak, menguatkan jiwa untuk meneladani Rasulullah saw dan tokoh-tokoh teladan yang baik dan benar dalam pandangan syari'at. Serta mempelajari hal-hal yang telah terjadi dan berusaha mengambil pelajaran agar bersama-sama mampu memetik hikmahnya. Dengan fokus saat ini masih pada membacakan ayat-ayat Al Qur'an dan terjemahannya terlebih dahulu yang kadang juga kisah-kisah yang ada dalam Al Qur'an.
.
Berkisah bagi saya pribadi memang memiliki manfaat yang luar biasa. Menambah wawasan dengan membaca kisah adalah sebuah hal yang sangat saya sukai. Saya menyukai sejarah peradaban Islam, saya menyukai biografi orang-orang hebat yang mampu menerapkan hukum-hukum Allah dan bersinar dalam bidang keahliannya. Saya terkadang juga menyukai cerita legenda yang bisa dipercaya kebenarannya. Saya memang suka membaca. Betapa semua kesukaan tersebut bisa terkumpul menjadi satu dengan membaca kisah. Belajar dari kisah membuat saya mencoba mengambil hikmah dari setiap peristiwa. Hikmah adalah harta milik kaum muslimin, dimanapun kita menemukannya, kita boleh memungutnya. Betapa di setiap kisah, bertabur hikmah-hikmah yang luar biasa, yang mampu melembutkan jiwa ybaik untuk penutur maupun pendengarnya.
.
Berkisah juga bisa menjadi sarana penguat bonding dengan anak. Betapa hati ini sangat suka melihat binar mata anak-anak saat mereka menyimak kisah. Mengapa kisah? Alhamdulillah saya dan suami sudah mendiskusikan bahwasanya kisah2 dalam Al-qur'an, kisah Rasulullah saw, sahabat, dll merupakan "makanan utama" untuk jiwa-akal anak-anak (juga kami selaku orangtuanya). Kami juga telah bersepakat untuk tidak menceritakan/membelikan buku tokoh-tokoh hero fantasi untuk anak. Buku-buku lain di luar kisah2 di atas ada, seperti buku pengenalan kebiasaan baik, buku cerita yang tokohnya binatang namun memiliki insight nilai yg baik, buku sains, dll namun buku-buku tersebut adalah buku yang bersifat "sekunder" penyampaiannya. (Ini salah satu value keluarga kami, tiap keluarga tentunya memiliki value yang berbeda-beda. Semoga bisa tetap saling menghargai ya)
.
Kapankah waktu yang tepat untuk berkisah? Ini kembali pada rutinitas di keluarga masing-masing. Saya dan suami biasa berkisah pada saat anak-anak sedang tenang, menjelang tidur, dll. Kita juga bisa berkisah by a moment, misalnya saat anak karena ketidak tahuannya menyakiti semut. Saat itu bisa kita kisahkan betapa semut adalah binatang yang baik dan termasuk dalam daftar hewan yang tidak boleh dibunuh di dalam Islam, karena jasanya yang berusaha membantu memadamkan api saat Nabi Ibrahim as akan dibakar. Berkisah saat ada 'kejadian' seperti ini in sya Allah jauh lebih mengena dibadingkan hanya mengeluarkan kalimat larangan. Untuk itulah, kita harus memperkaya diri dengan banyak membaca kisah, bukan? Agar tiap kejadian bisa kita kaitkan dengan kisah teladan.

Posting Komentar

0 Komentar