Ads

Ringkasan Diskusi Materi Game Level 9


Dari diskusi materi game level 9 yang saya amati, eh kok amati? Iya karena saya tidak bisa ikut diskusi malam ataupun paginya. Beberapa point yang saya catat dari penjelasan teh Gina, tujuan pembelajaran ini dibuat untuk semua orang tua, agar mempu menjaga fitrah anak-anak yang kreatif. Tidak membunuh fitrah tersebut secara sertamerta, misalnya saat mendapati ananda mewarnai pola awan dengan pensil warna merah muda, yang umunya berwarna biru atau putih menurut pandangan kita. Sehingga secara spontan mengatakan "bukan itu warna awan, tapi ini." Spontanitas seperti inilah yang bisa membunuh fitrah kreatif anak-anak kita.

Lalu bagaimana caranya agar kita dapat membersamai tumbuh kembang anak-anak dan tetap dapat menjaga fitrah kreatifnya? Teh Gina menyebutkan kuncinya sebagai berikut :
1. Ubah fokus, geser sudut pandang kita.
2. Don't assume
3. utside the box thinking
Untuk proses kreativitas itu sendiri ada 3 : Evolusi, sintesis, dan revolusi.

Yang saya pahami dari penjelasan teh Gina adalah saat bersama anak kita harus bisa menjadi teman yang asik diantara usia 0-7 tahun, bukan menjadi hakim yang maha benar tapi menjadi teman yang selalu dirindukan. Misalnya, kita melihatnya bermain, mengeluarkan semua mainannya, memukulnya ibarat drum dengan begitu asik hingga mengeluarkan suara yang sangat nyaring, kita seharusnya tidak langsung mengendongnya agar berhenti atau bekata "jangan, nanti patah." tapi ikutlah bermain dengan memberi contoh jika memukul bantal ternyata lebih asik. Lalu pindah memukul lantai, tembok, dan mainan lainnya. Hasilnya secara tidak langsung ananda belajar banyak bunyi, jika memukul bantal bunyinya ini, jika memukul lantai bunyinya ini, dst.

Teh Gina juga menambahkan jika modal utama untuk bisa melakukan seperti yang saya contohkan diatas, yang terpenting dan harus selalu dijaga adalah kewarasan. "Seorang ibu atau ayah yang sedang membersamai tumbuh kembang anak-anaknya harus selalu bahagia.Kalau tidak bahagia membersamai anak-anak biar niatnya kuat juga tetap aja, mandek. Bahasa bagusnya adalah kesehatan jiwa dan raga. Pikiran yg tenang, ikhlas, juga syukur. Karena kalau kita sedang tidak waras, kita bisa stress, marah-marah, sedih, nah itu dijamin tidak bisa kreatif." Nah, bener banget ni kalau kita lagi nggak bahagia, kita akan mudah banget marah saat melihat tingkah lucu nan kreatif anak-anak kita. Mudah berteriak, mudah menyalahkan, dan melakukan keburukan-keburukan selanjutnya.

Kreatif = Produktif

Kreativitas orang tua sangatlah penting. Karena ini yang akan menjadi bekal untuk membersamai tumbuh kembang anak-anaknya agar tetap sesuai fitrah.

Teh Gina melanjutkan, misalnya kalau ibu tidak kreatif mungkin anak tetap tidak mau makan atau mandi. Uang belanja bisa jadi tidak bakal cukup. Jadi harus kreatif kan ya. Kalau tidak mungkin kita tidak bisa survive.

Inti dari materi ini kita sebagai orang tua, ibu dan ayah memang dituntut harus kreatif dan jangan sampai membunuh fitrah kreativitas anak-anak kita terutama di usia 7 tahun pertama pertumbuhannya.

Posting Komentar

0 Komentar