Day 1 Level 6: Eye-Contact

by - 2/20/2019 03:41:00 PM


Pada tantangan level ini mohon maaf jika saya baru mulai setoran di sesi terakhir karena ada banyak hal yang meminta perhatian lebih, kami bertiga bergantian sakit dimulai dari Utsman, saya dan saat ini suami, alhamdulillah. Berhubung tantangan kali ini saya mengajak Utsman yang masih berusia 9 bulan, jadi yang akan saya paparkan setelah ini adalah hubungan penerapan Eye-contact dengan bayi menstimulus anak untuk suka belajar matematika logis. 
Menurut penelitian yang dilakukan University of Cambridge, ketika seorang ibu melakukan kontak mata dengan bayi, maka yang terjadi adalah Anda sendang menyinkronkan gelombang otak Anda dan bayi. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berkomunikasi.
Hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal PNAS ini meneliti 36 bayi dan ibunya, menggunakan electroencephalography (EEG). Hasilnya, diketahui bahwa bayi berusaha lebih keras untuk berkomunikasi dengan ibunya ketika gelombang otak mereka sudah sejajar.
Menurut Dr. Victoria Leong “Mekanisme ini dapat mempersiapkan orangtua dan bayi untuk saling berkomunikasi, dengan menyinkronkan kapan waktu untuk bicara dan kapan untuk mendengarkan. Hal ini membuat waktu belajar bicara menjadi lebih efektif,” Dr. Victoria Leong
Dr. Leong juga menyampaikan bahwa ketika ibu dan bayi saling menatap mata, maka mereka mengirim signal yang menyatakan mereka bisa dan ingin diajak bicara.
Melakukan kontak mata adalah milestone pertama yang sukses dilakukan bayi. Menurut Dr. Dana Erhard-Weiss di Tinylove.com, kontak mata ini merupakan cara bayi untuk memberi orangtuanya bahwa mereka sudah bisa mengenali wajah ibu, dan menurut mereka ibunya adalah orang yang paling penting. Selain itu saling menatap mata ini juga dapat meningkatkan hubungan emosional antara ibu dan bayi. Saling menatap mata merupakan pengalaman berkomunikasi pertama antara ibu dan bayi yang belum bisa berbicara.
Begitu pentinganya menerapkan Eye-contact dalam aktivitas sehari-hari bersama anak menjadi bekal tersendiri dalam proses pendidikan yang akan kita selipkan didalam aktivitas membersamai tumbuh kembanganya, dan hal ini harus dimulai sejak ananda masih bayi.
Aktivitas saling menatap mata ini memang menyenangkan, namun jangan langsung berharap bayi bisa fokus terus menatap kita. Karena bayi belum bisa menatap mata kita terlalu lama. Jadi jangan berharap aktivitas saling menatap mata ini bisa berlangsung selama yang kita mau. Selain itu kita tidak bisa memaksa bayi melakukan kontak mata, terutama saat mereka merasa lapar atau ngantuk. Waktu terbaik untuk melakukan kontak mata dengan bayi kita adalah saat ia kenyang dan segar. Agar bayi kita fokus menatap kita, maka sebaiknya jaga jarak sekitar 25-50 cm antara wajah kita dan anak. Ini berlaku selama beberapa bulan pertama usia anak.
Namun ketika ia tiba-tiba menatap wajah kita, inilah kesempatan yang tepat untuk berinteraksi. kita bisa  membalas tatapannya dengan senyum, menyanyi, atau mengajak bicara. Interaksi penuh makna ini akan diingat anak, dan memengaruhi tumbuh kembangnya menjadi lebih optimal. Memang akan lebih baik untuk menunggu hingga bayi menatap kita, baru melakukan komunikasi. Nah, ketika sudah saling tatap, jangan memalingkan wajah darinya, tinggalkan aktivitas kita sejenak, mari bermain bersama anak. Karena kontak mata sangat bermanfaat untuk meningkatkan bonding, terutama ketika disertai dengan sentuhan dan suara.
Kita dapat memulai dengan aktivitas sederhana, ketika bayi melihat sebuah objek, kita dapat menunnjuk objek tersebut atau mengambilkan untuk kemudian ia pegang dan raba selain itu kita juga bisa mulai menjelaskan namanya, bentuk, warna, asal, dan manfaatnya untuk manusia. Cara ini, selain bisa meningkatkan kecerdasan bahasanya juga dapat menstimulus agar anak menyukai matematika logis.
Misalnya dengan melihat tumbuhan di halaman depan, kita bisa memintanya menyentuh daunnya, lalu menjelaskan jika ini namanya daun, yuk kita kenalan dengan daun Utsman.
"Hai Utsman, namaku daun, aku berwarna merah, coba sentuh tubuhku. (menunggu anak berani mulai menyentuh daun, biasanya sentuhan pertama ia masih sedikit takut, namun akan mulai berani dan terbiasa pada sentuhan ke tiga). Lalu lanjut menjelaskan lagi, Utsman di dalam tubuhku banyak terdapat zat hijau daun biasanya disebut klorofil, hal ini yang membuat aku berwarna hijau. Dalam proses fotosintesis saat aku membuat makananku sendiri,  klorofil ini yang berfungsi menyerap energi matahari. Agar air yang diserap oleh akarku dan karbondioksida yang kamu keluarkan diserap olehku lewat stomata dan lentisel. Sehingga aku dan teman-temanku dapat mengasilkan oksigen untuk memenuhi kebutuhan oksigen dibumi. Sehingga cahaya, oksigen dan air harus ada untuk membantu tumbuhan berfotosistesis. Jika tidak ada salah satunya maka proses fotosintesis akan terhambat bahkan tidak terjadi.

Alhamdulillah dari cerita tersebut Utsman dapat belajar konsep matematika logis tentang penjumlahan dan pengurangan.

Wajah manusia adalah stimulus yang sangat kuat, dan terkadang bayi butuh istirahat dari banyaknya informasi yang sudah ia terima. Jadi ketika ia memalingkan wajah dari kita, jangan sedih ya, istirahatlah dan berhentilah menstimulusnya. Mungkin itu hanya cara bayi mengatakan, “Aku sudah menerima cukup informasi untuk saat ini. Aku butuh waktu untuk memproses semua info yang telah kuterima.”

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic

You May Also Like

0 komentar