Ads

Menjadi Ibu Bekerja atau Ibu Rumah Tangga?


Bagaimanakah hukumnya ibu bekerja menurut teman-teman? Tidak sedikit ibu bekerja karena memang kebutuhan keluarga, misalnya seorang single parent atau kehidupan keluarga yang pas-pasan. Sehingga agar dapur tetap ngepul, maka sang ibu harus bekerja.
Bagaimana menurut saya sendiri? boleh, saya sendiri bekerja lho Moms. Jadi blogger, walaupun masih unyu-unyu atau bau kencur dan belum berpenghasilan dari hobi ini. Nah, dari pada kita ikut-ikutan pendapat yang kurang kompeten. Yuk kita intip pendapat dari Ustadz Bendri Jaisurahman.
Kata Ustat Bendri Jaisurahman beberapa ulama memang membolehkan namun dengan beberapa syarat. Syarat-syarat tersebut berkaitan dengan hal-hal yang harus dipenuhi, terutama bertujuan untuk memuliakan wanita itu sendiri. Terlebih kalo pekerjaannya berguna buat umat.
Namun kita gak bahas itu. Lha trus bahas apa? hehehe
—–
Tp kalau ditanya mana yang lebih utama, itu nggak berarti pilihan satunya hina.
Keutamaan itu menunjukkan ada nilai lebih. Itu pun dengan syarat.
Misal, di Al Quran dikatakan yg utama itu orang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah. Ya bukan berarti mukmin yang lemah itu hina. Tapi ada syarat mukmin dulu, kalau kafir ya nggak berlaku.
Ibu bekerja VS Ibu Rumah Tangga, ya lebih utama di rumah kalau dari Al-Qur'an. Tapi... itu kalau menjalankan fungsi keibuannya. Kalau tidak? ini beda lagi, wkwkwk
—–
Hadis tentang wanita yang utama. Kata kuncinya ada 2.
Nikahilah yg subur *(al walud)* dan mempunyai kasih sayang yang buat orang (dalam kasus pasangan) atau anak (dalam kasus seorang ibu) pengan nempel terus *(al wadud)*.
—–
Sampe udah nikah pun, masih deket sama ibunya, itu benar. Maunya apa-apa sama ibunya, itu benar.
Nah ibu bekerja, itu sebenernya rawan, apakah dirindukan sama anak-anak atau tidak nantinya.
—–
Gimana supaya al wadud terjaga? Makanya indikasikan sendiri, gimana sikap anak-anaknya dirumah..
Gimana cara naklukin hati anak? baca Tips Menjadi Orang Tua Bahagia: Dekat dengan Anak

Posting Komentar

0 Komentar