Day 5 Level 5: Potret Keluarga Bapak Para Nabi

by - 1/25/2019 01:38:00 PM


Mari membaca Al-qur'an, namun bukan sekedar membaca sebagaimana alunan murrotal di hp kita masing-masing. Naikan lagi levelnya. Mari membaca isi dari ayat-ayatnya juga. Karena jika kita hanya membaca arti dari ayat ini 
…. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i`tikaaf, yang ruku` dan yang sujud”.(Al Baqarah : 125)
mungkin yang terbesit dalam hati kita untuk diceritakan kepada anak-anak adalah perintah Allah terkait pelaksanaan ibadah haji. Apa itu ibadah haji dan bagaimana pelaksanaannya.
Namun jika kita membaca lebih dalam isi ayat tersebut, ada satu hal yang lebih menarik untuk kita kaji yaitu belajar tentang keluarga Nabi Ibrahim. Pertama, dari rangkaian ibadah haji, yang tidak bisa dipisahkan dari peran sang istri (ibunda Hajar) dan putranya (Nabi Ismail). Kedua, perintah penyembelihan hewan Qurban, ada peran putranya (Nabi Ismail) dengan dialog sangat inspiratif yang diabadikan dalam Al Quran. Ketiga,
begitu juga dengan kisah pembangunan Ka’bah yang menjadi kiblat umat Islam sampai akhir zaman?. Kalau kita lihat dari sisi keluarga saat ini, biasanya disebut sebagai sebagai Family Project.
Dalam bayangan saya, ketiga proyek itu dikerjakan kompak sekeluarga sebagai satu tim. Bapak (Nabi Ibrahin), anak (Nabi Ismail) dan tentu saja dengan support ibunda Hajar. Saling tolong menolong bahu membahu melaksanakan proyek kebaikan, menjadi sangat penting karena dimulai dari keluarga. Sekali kayuh, dua tiga pulau terlampaui. Dapat amal sholihnya, bisa mendekatkan sekaligus mengompakkan seluruh anggota keluarga, dan tentu saja, ini menjadi bagian dari pendidikan untuk anak-anak kita. 
Pelajaran lainnya, meskipun usia masih belum dewasa, Nabi Ismail sudah dilibatkan dalam proyek besar, proyek membangun peradaban, proyek yang menjadi kiblat, tempat Thowaf, i’tikaf, ruku’ dan sujud. Dan dari Nabi Ibrahim, kita banyak belajar tentang pengasuhan/pendidikan ayah kepada anaknya. Ini untuk introspeksi para ayah, lebih sering ayah atau istri yang mengajak anak-anak untuk dilibatkan dalam proyek kebaikan. Contoh paling sederhana, kalau ada pengajian misalnya, lebih sering bundanya atau ayahnya yang mengajak?.
Nah sekarang, mari kita renungkan bersama jika selama ini belum ada, proyek kebaikan untuk ummat apa yang bisa dijalankan oleh seluruh anggota keluarga sebagai satu kesatuan tim? Mendiskusikan, merencanakan, berbagi tugas, dan mengimplementasikannya. Jangan sampai kita hanya terbatas memikirkan kebaikan keuarga kita sendiri.


Salah satu proyek besar di keluarga kami adalah membangun media motivasimuslimah.com dan tadabburquran.id, tentu saja membutuhkan banyak membaca literasi untuk membesarkannya. Mau tahu buku apa saya yang selama ini kami gunakan untuk membangun keduanya? cek postingan selanjutnya ya.


#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst

You May Also Like

0 komentar