Ads

Day 4 Level 5: Al Qur'an atau TV


Proyek pendidikan di rumah kami salah satunya adalah meniadakan TV. Kenapa demikian?Pertama, banyak penelitian menyebutkan semakin lama durasi anak usia di bawah lima tahun (balita) menonton televisi, kondisi kesehatannya semakin terancam. Ada juga studi yang meneliti 1.300 anak di Inggris memiliki tingkat prestasi buruk di sekolah disebabkan oleh TV.
Penelitian pertama dilakukan ketika anak-anak itu berusia 2 dan 4 tahun lalu penelitian kedua dilakukan kembali pada anak yang sama ketika mereka berusia 10 tahun. Berikut hasilnya, anak yang ketika batita (2-4 tahun) terlalu banyak menonton TV, yakni lebih dari 2 jam per hari terbukti jarang terlibat kegiatan di kelas dan tingkat pemahaman pada pelajaran Matematika rendah. Linda Pagani dari University of Montreal, yang melakukan penelitian yang diterbitkan di jurnal Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine, menekankan tahap awal masa kanak-kanak adalah masa-masa paling penting bagi perkembangan otak dan pembentukan perilaku. Sehingga “Orangtua harus memperbanyak waktu berbicara dan melakukan aktivitas bersama dengan anak pada waktu makan, mandi, atau bermain.”
Kedua, karena aktivitas terbaik adalah dzikr dan membaca Al-qur'an. Siapakah sebaik-baik penolong dan pelindung jika bukan Allah SWT. Dengan kondisi anak yang belum paham antara kebaikan dan keburukan, siapakah yang akan menjaga perilakunya jika bukan Allah? Sebagaimana kisah nabi Yahya dalam Al-Qur'an, yang Allah berikah hikmah sejak masih kanak-kanak. Orang tua mungkin mampu menjaga anak dari gigitan serangga misalnya, namun apakah orang tua mampu menjaga apa yang akan anak-anaknya pikirkan? apa yang akan anak-anaknya ucapkan? dan niat apa yang akan terbesit dalam hati anak-anaknya?
Jika letih, karena mengajari balita (0-1 tahun) memang tidak seperti mengajari batita (0-3 tahun). Hasilnya tidak langsung terlihat, mohon tetaplah bertahan, walau mungkin ada begitu banyak godaan, sebab kita tidak sedang menggali ladang dunia karena itu terlalu kecil.
Kita harus seyakin petani zaitun, ia hanya sibuk menanam zaitun di ladangnya, meski ia tahu, zaitun akan berbuah puluhan tahun lagi. Ia hanya ingin zaitun itu banyak yang menikmatinya. Kita tidak sedang membangun pagar yg tinggi… tapi ingin membangun jalan dan jembatan yang kokoh yang bisa dilalui oleh ribuan bahkan jutaan kafilahNya..
Tetap ayunkan langkah kita hingga kelelahan itu merasa lelah dalam mengejar kita. 
Mungkin kita hanya merasa lelah, belum bertemu antara harapan dan kenyataan, atau merasa kecewa. Itu semua hal biasa, sebagai manusia, setiap kita berhak merasakan itu semua… berhak salah, berhak kecewa, berhak males, dsb…
tapi… selalu ada kesempatan buat kita utk kembali dan memperbaiki…Jangan sia-siakan kesempatan ini…
Segera bangkit dan bergabung kembali bersama mereka yang sudah menjual diri dan kehidupannya demi kenikmatan surga..
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst

Posting Komentar

0 Komentar