Day 4 Level 3: Kenapa Utsman Tidak Diberi Menu Tunggal?

by - 11/04/2018 06:53:00 AM


Lama ya saya tidak muncul, mohon maaf karena ada error pada diri saya yang dalam membagi waktu saat memerankan peran sebagai ibu saat Ustaman mengalami growth spurt (percepatan pertumbuhan) dan masa cemas saat berpisah.

Baiklah dipostingan sebelumnya kita (saya dan suami) sudah sama-sama memilih metode MP-ASI untuk Ustman dan mengetahui dampak serius jika salah memilih metode pengasuhan misalnya salah memilih metode pemberian MP-ASI yang berdampak anak mengalami stunting. Silahkan cek apa itu stunting dan dampak buruknya bagi anak saat desawa disini.

Dalam sesi family project kali ini saya ingin memaparkan temuan baru kami terkait kurangnya asupan nutrisi dan energi yang didapatkan jika anak hanya mengonsumsi menu tunggal saat usia 6 bulan hingga 1 tahun sebagaimana resep yang banyak direkomendasikan oleh milis atau sosial media emak-emak yang hits, misalnya pisang saja atau buah naga saja dalam bentuk puree (bubur lumat).

Kita ambil contoh misalnya, menu MP-ASI Puree Pisang.

Bagaimana dengan kecukupan energinya? Pisang kecil mengandung energi sekitar 90 kkal [1], contoh kebutuhan bayi laki-laki dengan berat 7 Kg dan umur 6 bulan adalah sekitar 770 kkal. Anggap saja 70% dari 770 kkal ini sudah tercukupi dari ASI, sehingga masih ada sisa 231 kkal yang harus tercukupi dari MPASI. Jika pisang berukuran sedang diberikan 3x dalam sehari, artinya energi  yang tercukupi dari pisang adalah 3x90=270 kkal. Cukup ya? Malah melebihi kebutuhannya.




Namun bagaimana dengan kebutuhan zat besinya?


sumber gambar dari sini

Anak berusia 6-12 bulan membutuhkan zat besi kurang lebih 11 mg/hari-nya [2], dari diagram diatas terpenuhi dari ASI adalah 0.05 mg, sehingga 10,95 mg sisanya harus tercukupi dari MPASI.  Pisang berukuran sedang mengandung 0.3 mg zat besi [3]. Kalau dalam sehari, kita memberikan MPASI berupa pisang sebanyak 3 buah, total zat besi yang kita berikan pada anak hanya 0.9 mg. kurang banyak banget kan?

Contoh lain, tepung beras yang dicampur dengan ASIP. (Tepung ini tidak terfortifikasi)

Tepung beras sejumlah 25 gram menyumbang sekitar 91,475 kkal energi [4] dan 0.1 mg zat besi [5]. Jika anak lelaki berusia 6 bulan dengan berat 7 Kg diberikan MPASI berupa tepung beras yang dicampur ASIP 3x dalam sehari, maka:
- Kebutuhan energi anak = 770 kkal
- Tercukupi dari ASI 70 %= 539 kkal
-------------------------------------------------- -
Yang harus tercukupi MPASI = 231 kkal

- Tepung beras +ASIP = 3x 91,475 kkal = 274,425 kkal --> tercukupi yaa, malah kelebihan

Kebutuhan zat besi--> 11 mg/hari
Tepung beras + ASIP--> 3x0.1 mg= 0.3 mg---> sepersepuluhnya saja tidak ya mak, sedih aku tuh.

Padahal kekurangan zat besi pada bayi di 1000 hari pertama kehidupannya ini dapat berdampak negatif ke kecerdasan, perilaku, dan kemampuan motor anak.  Anemia defisiensi besi pada anak di bawah usia 2 tahun menyebabkan anak lebih “lemot” dalam merespon, lebih iritabel dan sulit mengendalikan diri. Beberapa studi bahkan menunjukkan dampak negatif ini terus berlanjut hingga dewasa [6].


Nama Proyek : Memilih Metode MP-ASI
Maksud :
Meningkatkan kecerdasan intelektual : Mengetahui berbagai macam metode MP-ASI agar dapat memilih dengan tepat
Tujuan: Menanamkan pentingnya berilmu sebelum praktek (beramal)
Waktu: Kamis 1 Nov 2018
Durasi: 2 jam (Pukul 5.00 - 7.00)
Leader: Suami
Manajer: Saya

#KuliahBundaSayang

#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

You May Also Like

0 komentar