Ads

Day 2 Level 3: Macam-Macam Metode Pemberian MP-ASI


Salah satu issue di dunia yang selalu hits terutama bagi para new mom adalah masalah MP-ASI. Salah satu masa dimana para emak-emak yang baru punya anak ini tiba-tiba menjadi galau berjama’ah ketika anaknya memulai MP-ASI, termasuk saya. Nanti anak mau dikasih makan apa, bagaimana cara membuat dan menyusun menunya. Akhirnya nyari di internet dan baca beberapa buku seputar resep dan metode pemberian MP-ASI, bukan jadi mantap ternyata makin galau karena ada yang nyaranin memberikan sayur dulu, karbo dulu, atau buah dulu. Belum hilang bingungnya malah ketemu istilah Baby Led Weaning, Food Combining, Vegetarian, Responsif Feeding, Self Feeding. Ada yang menyarankan menu tunggal dulu dan ada juga yang langsung ke menu empat bintang, semakin dicari ada juga yang mengatakan MP-ASI homemade lebih baik dari MP-ASI pabrikan. Nah kan, trus yang benar yang mana? Saya harus milih yang mana? Jawabannya yang paling tepat pilih yang halal, baik serta ilmiah. Halal dan baik sumber bahan makananya serta teruji secara ilmiah metode pemberiannya. Sampai sini setuju ya. Oke sekarang mari kita belajar sama-sama apa saja metode MP-ASI ya.

Nah setelah cari info kemana-mana, saya dan suami sementara ini menyimpulkan ada empat macam metode pemberian MP-ASI, kalau ada lagi boleh tambahkan di kolom komentar ya mak, siapa tahu keselip nyantol entah dimana jadi saya dan suami belum nemu. hehehe

Pertama, Panduan MP-ASI WHO



Panduan MP-ASI WHO dibuat untuk memudahkan dan mendekatkan anak pada menu keluarga yang kaya gizi dan kalori sejak dini agar dapat mendukung pertumbuhan anak dengan baik. Dengan pertumbuhan yang baik dan tepat harapannya dapat membantu bayi untuk tumbuh berkembang dengan baik.

Sehingga pada metode pemberian MP-ASI WHO tidak ada pemberian menu tunggal.

Bahan Tambahan: Minyak sayur, margarin, butter, yodium, keju, susu dan turunannya.
Nah komposisi empat bintang ini ada disetiap waktu makan, karena tidak ada makanan “dewa” yang memenuhi semua nutrisi yang dibutuhkan anak, sebaiknya bahan makanan divariasikan setiap hari. Nah walaupun bayem, ati, wortel bagus, bukan berarti harus dikasihkan setiap hari. Sehingga Panduan MP-ASI WHO menganjurkan untuk memberikan makanan yang bervariasi agar perbendaharaan rasa anak semakin kaya dan hal ini sangat bagus untuk menstimulasi indra perasa dan perkembangan otaknya.

Kelebihan Panduan MP-ASI WHO: Anak mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan sejak awal pemberian MP-ASI dengan frekuensi, porsi dan tekstur yang disesuaikan dengan lambung bayi.

Kekurangan Panduan MP-ASI WHO: Belum ditemukan

Hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan Panduan MP-ASI WHO adalah jika ada riwayat alergi pada orang tua. Ada baiknya melakukan masa tunggu 2-3 hari pada makanan yang menyebabkan alergi orang tuanya. Jika tidak ada riwayat alergi dalam keluarga, disarankan untuk memberikan variasi makanan setiap harinya agar anak mendapatkan variasi nutrisi sejak awal pemberian MP-ASI.

Kedua, Pola Food Combining

Pola ini dipopulerkan oleh Dr. William Howard Hay, MD pada 1911. Pola makan food combining adalah suatu pola makan yang sudah disesuaikan dengan kerja alami sistem pencernaan manusia. Food Combining menawarkan pola makan yang sudah sesuai dengan kerja alami sistem pencernaan tujuannya untuk mencapai kondisi homeostatis, yaitu kondisi ideal tubuh saat seluruh fungsi berjalan dengan sempurna. Dalam kondisi homeostatis ini, pH tubuh yang nertal mendukung peningkatan daya tahan tubuh. Sedangkan daya tahan tubuh yang menurun mengindikasikan kondisi asam, artinya tubuh kelebihan produk akhir pencernaan makanan pembentuk asam. Keseimbangan asam basa tubuh diperoleh dari pengaturan kombinasi makanan, yaitu makanan pembentuk basa (sayuran dan buah segar) dan makanan pembentuk asam (karbohidrat dan protein). Pola ini memperkenalkan pola makan berbasis pada tiga hal sederhana: apa yang kita makan, kapan kita makan, dan bagaimana memakannya. Nah yuk kita bahas satu-satu.

Apa yang kita makan?
Pada dasarnya sama dengan pola makan biasa yang memenuhi fungsi tri guna makanan, yaitu berasal dari sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah.


Kapan kita makan?
Waktu pola food combaining erat kaitannya dengan ritme biologis tubuh atau ritme sikardian sebagai berikut:
a.      Waktu cerna pukul 12.00-20.00, saat ini pencernaan berlaku aktif menerima makanan. Disarankan untuk mengunakan waktu ini untuk makan makanan yang baik dengan cara yang benar.
b.     Waktu penyerapan pukul 20.00-04.00, karena tubuh akan memanfaatkan secara maksimal apa yang dimakan sebelumnya. Berlangsungnya penyerapan gizi, sirkulasi gizi, pergantian sel, perbaikan jaringan dll serta energy yang dibutuhkan sangat besar sehingga biasanya manusia berada dalam fase tidur.
c.      Waktu pembersihan pukul 04.00-12.00, saat ini energy tubuh dialokasikan untuk membuang sisa metabolism dan tumpukan makanan pada usus besar. Sehingga mengonsumsi makanan berat akan menyulitkan kerja system pencernaan.

Berdasarkan ritme tersebut, makanan dan camilan yang bersifat lebih padat dialokasikan pada waktu siang, sore dan malam sesuai kesiapan tubuh untuk menerima makanan. Sementara pada pagi hari, saat energy dibutuhkan untuk fase pembuangan, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang lebih ringan dan diserap tubuh, tetapi tetap dapat memberi asupan energy yang cukup, seperti buah segar sebagai makanan sarapan yang banyak mengandung gula/karbohidrat sederhana.

Bagaimana memakannya?
Pengaturan kombinasi makanan dalam food combining tidak menyarankan konsumsi karbohidrat, protein, sayuran, dan buah sekaligus dalam satu sesi makan. Hal ini karena perbedaan kebutuhan energy tubuh untuk proses pencernaan dan penyerapan serta perbedaan sifat makanan (asam dan basa).


Panduan MP-ASI dengan Adaptasi Pola Food Combining
Pada usia 6-7 bulan buah segar menjadi pilihan pertama untuk menu MP-ASI. Pada tahap awal pemberian MP-ASI dengan pola food combining dikenalkan jus buah yang kekentalannya bertahap, dan untuk pengenalan makanan baru cukup dilakukan 2-3 hari untuk setiap satu jenis makanan baru. Hal ini ditujukan untuk menghindari rasa bosan dan pengamatan adanya reaksi alergi seperti ruam kulit, muntah dan diare terhadap bahan makanan tertentu yang pada umumnya muncul dalam 24 jam. Namun patokan ini tidak mutlak karena keterampilan makan bayi tidak sama. Ini sangat berbeda dengan WHO yang menganjurkan tekstur semikental sejak awal pemberian MP-ASI dan memberikan variasi makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang.

Frequency Pemberian MP-ASI dengan Pola Food Combining
  •       Usia 6-7 bulan, ASI diberikan sesuka bayi, MP-ASI 1-2 sdm dewasa bertahap hingga 3 sdm dewasa berupa: Untuk minggu pertama diberikan jus 1 kali dengan tekstur encer. Untuk minggu kedua diberikan jus buah 1 kali dan 1 kali pure buah. Untuk minggu ketiga diberikan pure (tekstur semikental) buah 1 kali dan bubur lembut karbo tunggal/sayuran tunggal. Yang kemudian terkenal dengan pemberian menu tunggal di awal pemberian MP-ASI.
  •       Usia 7-8 bulan, ASI diberikan sesuka bayi, pure buah 1 kali, bubur lembut karbo-sayuran atau karbo-protein nabati sebanyak 2 kali.
  •       Usia 8 keatas, baru dikenalkan protein hewani. Usia 8-9 bulan, ASI diberikan sesuka bayi, pure buah satu kali, bubur lembut berupa karbo-sayur/karbo-protein nabati sebanyak 1 kali, bubur saring berupa karbo-sayur-protein hewani-nabati sebanyak 2 kali.
  •       Usia 9-10 bulan, ASI diberikan sesuka bayi, pure buah 1 kali, bubur saring karbo-sayur-protein hewani-nabati sebanyak 2 kali.
  •       Usia 10-12 bulan, ASI diberikan sesuka bayi, pure buah 1 kali, makanan tim karbo-sayur-protein hewani-nabati 3 kali, makanan selingan 1-2 kali.
Catatan pada penerapan pola food combining:
  •       Sumber karbohidrat dan gula sebaiknya tidak dimakan bersama protein dan buah
  •       Sayuran dan buah sebagai porsi terbesar dalam menu harian.
  •       Protein, karbohidrat dan lemak dikonsumsi secukupnya.
  •       Selalu gunakan sumber karbohidrat alami bukan olahan.
  •       Jika ingin konsumsi protein hewani, beri jeda waktu minimal empat jam dari waktu konsumsi sumber karbohidrat.
  •       Hindari kombinasi susu dengan bahan makanan lain, bisa dikonsumsi sendiri dengan jumlah minimal.
Penting diketahui:
  •      Teori food combining dikembangkan berdasarkan pengalaman Dr. Hay terhadap diri sendiri dan orang-orang terdekatnya serta belum ada penelitian imiah yang membuktikan teori tersebut.
  •     Prinsip teori food combining yang memisahkan golongan makanan sewaktu makan, hal ini keluar dari prinsip gizi seimbang yang menganjurkan untuk mengonsumsi makanan beraneka ragam ketika makan agar zat-zat gizi yang diperoleh dari satu jenis makanan dapat diperoleh dari jenis makanan yang lain.
  •    Secara ilmiah medis, tidak diperlukan pemisahan jenis makanan seperti pada teori food combaining karena di dalam tubuh kita memiliki enzim-enzim golongan amylase (enzim pencerna hidrat arang), protase (pencerna protein), dan lipase (pencerna lemak). Walaupun semua enzim itu berada di bawah control saraf, masing-masing enzim ini bekerja mandiri. Kesemuanya ini membuat usus sangat mampu mencerna berbagai jenis makanan secara normal pada saat bersamaan.
  •      Pola ini memaksa kita memakan berbagai jenis makanan secara bergiliran. Dengan sendirinya, dalam kurun waktu 24 jam, total makanan yang dikonsumsi sedikit dan pada gilirannya berat badan akan berkurang. Padahal setiap saat tubuh membutuhkan zat-zat gizi seperti arang, protein, lemak serta zat-zat gizi lainnya. Sehingga lebih cocok untuk program menurunkan berat badan karena pada orang gemuk (kelebihan cadangan gizi) bila hanya memakan tepung, maka zat-zat gizi lainnya bisa diambil dari cadangan tubuh. Karenanya pola food combaining tidak dianjurkan untuk diterapkan pada anak dan remaja yang berada pada masa pertumbuhannya.
  •       Sampai saat ini secara evidence based belum ada penelitian ilmiah tentang penerapan pola food combining untuk MP-ASI.
Kekurangan MP-ASI dengan Pola Adaptasi Food Combining
Ada penundaan pengenalan protein hewani sebagai sumber zat besi yang dapat memicu Anemia Defisiensi Besi (ADB).

Ketiga, Panduan MP-ASI dengan Pola Vegetarian


Vegetarian artinya tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan.

Kekurangan MP-ASI dengan Pola Vegetarian
Karena sumber makanan yang dikonsumsi berasal dari berbagai macam sayur dan buah, hal ini mengakibatkan sulitnya menemukan variasi makanan yang kaya kalori, energy, mineral zat besi, mineral dan vitamin untuk bayi. Karena hanya disokong oleh suplementasi vitamin dan mineral saja.

Keempat, Baby Led Weaning


Baby Led Weaning atau BLW adalah metode MP-ASI dengan membiarkan bayi makan sendiri atau self feeding. Metode ini diperkenalkan oleh Gil Rapley. MP-ASI BLW dimulai saat usia 6 bulan dan pada usia ini juga bayi diharapkan sudah bisa makan sendiri makanan orang dewasa. Pada metode BLW ini sesimpel memberikan food finger kepada bayi, kita cukup menyajikan makanan rumahan dalam bentuk potongan yang mudah diambil bayi. Bayi akan bermain, bereksperimen dengan makanannya sehingga diharapkan jika pengalaman dengan makanan menyenangkan, kemungkinan menjadi picky eater (pemilih makanan) akan kecil dan kemampuan makan si kecil menjadi sangat baik. Tidak ditemukan trauma dalam pemberian makanan seperti pemaksaan dalam aktivitas makan karena kalau bayi suka makanan akan dimakan, namun kalau tidak suka makanan tidak dimakan sehingga.

Penting Diperhatikan!
Semua proses haruslah tetap didampingi untuk mengantisipasi bayi tersedak.

Amankah BLW?
Bayi memiliki gerak reflex untuk mencegah tersedak. Sehingga, jika terjadi reaksi “hoek-hoek” saat makan itu adalah reaksi pertahanan dirinya saat melakukan BLW. Jangan mengintervensi (mencoba mengorek makanan dari mulut bayi) karena malah berbahaya karena rongga mulut bahkan kerongkongan bayi bisa terluka.
Namun, keterlambatan penanganan tersedak bisa mengakibatkan kerusakan otak permanen, bahkan fatal. Beberapa indikasi tersedak yang membahayakan:
  •        Kulit kebiruan
  •        Kehilangan kesadaran
  •        Kesulitan bernafas, nafas berbunyi
  •        Sulit untuk menangis
  •        Lemah

Setelah kami mengetahui macam-macam metode termasuk kelebihan dan kekurangannya, Saya dan suami mantap memilih metode pemberian MP-ASI untuk Utsman yang mana? kita lanjutkan besok ya pembahasannya.

Sumber:

Menyusul

Nama Proyek : Memilih Metode MP-ASI
Maksud :
Meningkatkan kecerdasan intelektual : Mengetahui berbagai macam metode MP-ASI agar dapat memilih metode pemberian MP-ASI yang tepat
Tujuan: Menanamkan pentingnya berilmu sebelum praktek (beramal)
Waktu: Kamis 1 Nov 2018
Durasi: 2 jam (Pukul 5.00 - 7.00)
Leader: Suami
Manajer: Saya

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Posting Komentar

0 Komentar