Ads

Day 9 Level 2: Mengendalikan Emosi Bag. 4


Apakah Allah mencintaiku?
Pernahkan pertanyaan ini juga mengusikmu?

Apakah Allah mencintaiku?
Pertanyaan ini selalu mengusikku dan semakin mengusikku hari ini ketika membaca tulisan Ust. ACT (actelgharantaly)

____
Aku teringat bahwa kecintaan Allah kepada hamba-hamba-Nya hadir karena beberapa sifat dan sebab yang telah disebutkan dalam al Quran.

Aku putar balik menuju ingatanku, untuk membandingkan diriku dengan sifat-sifat itu, agar ku bisa dapatkan sebuah jawaban.

Aku temukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang bertakwa"
Namun aku tidak berani menganggap diriku bagian dari mereka!

Aku temukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang sabar" lalu aku teringat betapa sedikitnya kesabaranku!

Aku temukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang berjihad"
Lalu aku pun sadar akan kemalasanku dan rendahnya perjuanganku dalam menaatiNya!

Aku temukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang berbuat baik"
Tapi betapa jauhnya diriku dari sifat ini.

Saat itulah aku berhenti meneruskan pencarian ini:

Aku takut tak mampu temukan sesuatu dalam diriku yang dapat menyebabkan Allah mencintaiku!

Lalu aku periksa semua amal perbuatanku,

ternyata di dalamnya banyak yang disertai dengan kemalasan, cacat dan dosa.

Saat itu juga, terlintas dalam benakku firmanNya :

( إنّ الله يحب التوابين )

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat."

Seolah2 aku paham bahwa ayat inilah yang sesuai untukku dan orang-orang sepertiku,

Lantas bibirku pun lirih berkata:

أستغفر الله وأتوب إليه
أستغفر الله وأتوب إليه
أستغفر الله وأتوب إليه

Astaghfirullah wa Atuubu ilaihi
"Aku memohon ampunan Allah dan aku bertaubat kepada Nya"

Diterjemahkan dari: www.mktaba.org
____

Saya kembali mengingat sudahkah lisan ini beristighfar hari ini minimal 100 kali sebagaimana sunnah Rasul SAW? Apalagi saat haid seperti saat ini. Jika lisan ini tidak dipenuhi dengan banyak mengingatNya, saya khawatir yang keluar bukan sesuatu yang baik karena pada hakikatnya saat kondisi tidak shalat seperti ini, seorang wanita sedang begitu lemah dan sangat mudah tergelincir untuk diperdayakan setan dan hawa nafsu. Maka semoga sarana dzikir ini dapat membuat Allah ridha pada kita dan menolong kita untuk tetap bahagia dalam mengasuh anak dan membersamai suami serta mengerjakan berbagai rutinitas.  Seorang ibu yang bahagia adalah sumber kebahagiaan suami, dan anak yang dididik oleh ibu yang bahagia akan tumbuh maksimal karena memiliki masa kecil yang minim trauma. Yuk dzikir 😘
.
Aku pun ingin tak hanya sebuah rutinitas, tapi lebih dari itu. Menjadi kebiasaan yang tanpa perlu diingatkan sudah mengalir dengan sendirinya dari lisan. Bismillah.
.
#hari9
#tantangan10hari
#gamelevel2
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Posting Komentar

0 Komentar