Day 6 Level 2: Mengendalikan Emosi Bag. 1

by - 10/09/2018 09:30:00 AM

.
Banyak diantara kita yang menjalani kehidupan rumah tangga mengalir apa adanya. Dari hari kehari, hanya melakukan sebuah pengulangan rutinitas yang seolah tak memiliki tujuan. Padahal sesederhana apapun peristiwa dalam keseharian dan kehidupan rumah tangga mengandung banyak hikmah berharga yang dapat mendatangkan kebaikan dan memacu kita untuk melahirkan perbaikan.
.
Perjalanan melatir kemandirian dalam mengelola emosi di keluarga kami dan mungkin di keluarga teman-teman mungkin tidak jauh berbeda, penuh lika-liku dan drama. Saya sendiri sering menegaskan perbuatan kita pada orang lain akan dihitung oleh Allah, begitu juga sebaliknya. Tapi sering kali kita g sadar dengan apa yang kita ucapkan ketika sedang lelah dan jenuh yang menjadikan emosi meninggi. Pernah mendengar orang yang hebat adalah yang mudah hatinya memaafkan kesalah orang lain dan ringan lisannya mengucapkan permintaan maaf ketika mengetahui dirinya telah belaku dzolim. Sungguh ini pekerjaan tak mudah, menurunkan tingginya ego. Tapi ada beberapa tips yang mungkin bisa kita contoh dari sunnah Rasulullah: "Jika engkau sedang marah dalam posisi berdiri maka duduklah, jika engkau sedang marah dalam posisi duduk maka berbaringlah." Kalau saya, boro-boro mau tidur, duduk aja serasa berat kalau lagi benar-benar marah sama suami. Rasanya pengen menyendiri, trus mewek sampek puas. Ingat kelakuan sendiri malu rasanya tapi pengen ketawa, Hahaha. Tapi memang saya tipe orang yang kalau lagi marah maunya sendiri, diem entah mojok disudut mananya rumah. Butuh waktu yang lumayan lama buat nurunin emosi dan maafin suami yang kadang tidak sengaja bikin saya marah, padahal cuma bilang "iya, aku maafin". Beda sama suami, kalau beliau marah dan saya minta maaf walau mukanya masih sueebel, dengan ringan langsung bilang "iya..". Sampai kadang sering diingetin suami dulu kalau lama banget ngambeknya, "Rasulullah aja maafin orang yahudi yang sering mencela, menghina dan menyakitinya. Namun ketika si Yahudi membutuhkan pertolongan, Rasul SAW langsung menjadi yang pertama kali mengulurkan tangan untuk menolong." Abis itu langsung sadar sih, tapi nggak langsung mau ngomong, "aduh ini ego masih tinggi jalan-jalan dilangit lepas." wkwkwk
.
Kesimpulan hari ini: Berhasil langsung minta maaf dengan sendirinya tanpa nunggu dapat nasehat walau pun tetap nunggu menyelesaikan nangisnya dulu dan kembali menjalankan daily activity sesuai rencana, walau telah melakukan kesalahan berulang yang membuat suami marah.

Flash Back Kejadian:
Hari ini suami marah karena takut Utsman jatuh lagi seperti kemarin pas kutinggal ke toilet, bukan marah sih, tapi khawatir lebih tepatnya. Tapi karena nadanya tinggi jadilah saya tak sanggup menahan air mata yang tiba-tiba ingin keluar, dan lagi-lagi saya merasa bersalah namun tak mudah langsung bilang maaf, hanya diam sambil nangis. Kalau suami marah biasanya saya yang nangis, nggak mau ngomong dan rasanya malas ngapain-ngapain,  suami tahu yang bakal terjadi adalah semua rencana bisa tidak terlaksana jika tidak segera diselesaikan. Jadi dengan cepat suami yang minta maaf, padahal harusnya saya dulu yang harus minta maaf.
.
Setelah suami memgawali, akhirnya saya pun minta maaf sambil menjelaskan jika tadi akan begini dan begini sehingga menaruh Utsman disebelah suami tidur seperti kemarin yang berakibat Utsman jatuh dari kasur (gelundung) karena ingin mengejar saya. Lalu suami pun minta maaf kalau sudah bicara dengan nada tinggi kemudian menjelaskan tentang kekhawatirannya pada Utsman jika ditinggal sendiri.
.
#hari6
#tantangan10hari
#gamelevel2
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

You May Also Like

0 komentar