Day 3 Level 2: Hanya Mengharap Pertolongannya

by - 10/06/2018 09:10:00 AM

.
Salah satunya dengan hanya mengharap pertolongannya dalam memanagemen peran. Managemen peran disini adalah kami (saya dan suami) berusaha fokus mengerjakan peran masing-masing. Misalnya, saat suami pulang setelah bekerja di luar sejak pukul 07.30-16.30 beliau selalu berusaha untuk tidak membawa pekerjaan kantor untuk dikerjakan di rumah sehingga saya dapat merasakan kehadirannya secara total berada dirumah. Begitu juga saya ketika masuk waktu pukul 09.00-15.00 saya berusa keras menyelesaikan checklist aktifitas yg tidak ada hubungannya dengan pekerjaan domestik bersama Utsman, selain diluar kandang waktu tersebut saya fokus dengan pekerjaan domestik sebelum suami pulang kerja. Sehingga ketika suami di rumah saya memiliki banyak waktu bersama suami. Bagaimana waktu bersama Utsman? jawabannya sepanjang waktu yang saya miliki kuhabiskan bersama putraku, kalau ini tidak ada kandang waktu. Walaupun saya sedang bergelut dengan pekerjaan apapun.
.
Sebelum mencoba melakukan ini, dimasa awal-awal menjalani hidup berumah tangga terlebih setelah Utsman lahir saya dan suami begitu keteteran, banyak sekali checklist yang tidak kunjung dicentang dan semua rencana berjalan mundur. Rumah bagaikan kapal pecah walau tak ada terjangan ombak, hehehe. Karena kami memang memutuskan untuk tinggal berdua saja setelah menikah dan memutuskan untuk merawat bayi kami berdua saja sejak Utsman lahir walau kami sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam merawat bayi. Apakah keluarga tidak ada yang membantu? Bukan tidak ingin membantu, namun berulang kali keluarga meminta saya melahirkan di rumah di kampung halaman. Namun dengan banyak pertimbangan lagi-lagi cukuplah hanya mengharap pertolongan Allah, kami berdua ingin melakukannya segala sesuatunya sendiri setelah menikah. Selain tidak ingin merepotkan keluarga, kami juga memiliki misi dalam pendidikan putra kami. Jika bukan dengan kerjasama yang baik bersama suami dan pertolongan Allah yang Maha Baik, sungguh menyusui setiap 3 jam sekali, menganti popok ketika 4 jam sekali, sabar mengendongnya ketika Utsman ingin, menahan ucapan untuk tidak pernah berkata dengan nada tinggi dan masih banyak lagi hal lain seperti masih harus melakukan pekerjaan domestik walau sakitnya luka bekas operasi masih terasa tidak akan mampu saya lakukan. Berdasar pengetahuan dan selalu mengupgrade lewat buku, kajian ilmiah dan pengalaman orang lain alhamdulillah semua itu mampu kami lalui hingga saat dan semoga kami dapat bertumbuh bersama menjadi lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan rumah tangga khususnya dalam mendidik putra kami.
.
Sehingga tidak terbalik, peletakan waktunya. Ketika bersama suami kehadiran saya juga dapat dirasakan suami, dan saya pun tetap bisa berkarya bersama Utsman walau saat ini masih banyak dilakukan dari rumah. Walau pun belum bisa berlari seperti sebelumnya dalam menyelesaikan project yg telah disusun karena Utsman masih sangat membutuhkan kehadiran saya, mencoba tetap bersyukur walau berjalan dan seringkali keteteran saat Utsman begitu banyak meminta diperhatikan dari biasanya, cukuplah bagi saya mengharap pertolonganNya saja dan keberkahan waktu dariNya.
.
Saat merasa tidak sanggup melakukan semuanya, hanya mengharap pertolongan dan keberkahan waktu dariNya inilah arti kemandirian yang juga ingin selalu kami lakukan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
.
#hari3
#tantangan10hari
#gamelevel2
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

You May Also Like

0 komentar