Day 5 Level 1: Qaulan Sadida

by - 9/12/2018 09:49:00 AM


Allah SWT memberi kita amanah anak kita, maka pada saat yang sama Allah telah menanamkan begitu banyak hikmah dan kesadaran pada diri kita. Ada orang tua yang langsung bangkit kesadarannya dalam mendidik anak-anak mereka, namun ada juga yang sebaliknya. Banyak orang tua hari ini yang melalaikan pendidikan anak-anaknya atau sebaliknya terlalu obsesif menggegas dan mencetak anak-anaknya.
.
Padahal setiap anak yang lahir di tengah keluarga kita adalah karunia Allah yang jika kita benar dalam mendidiknya maka akan menjadi jalan kita mendapatkan surga dan keridhaan Allah SWT.
.
Maka sudah tentu, dibutuhkan ilmu yang bernas dan kerjasama yang baik antar anggota keluarga dalam praktek mendidik.  Membutuhkan visi dan misi mendidik yang sama antara anggota keluarga, karena mendidik tanpa tujuan hanya akan melahirkan generasi yang akan ditindas dan dijajah oleh peradaban.
.
Qaulan Sadida adalah tutur, gagasan dan tindakan bermakna dan berbobot ketika mendidik anak-anak. Perkataan yang berbobot meliputi gagasan yang bernas, keyakinan perasaan yang mantap, kelembutan dan kefasihan tutur serta kecermatan dan konsistensi tindakan.
.
Qaulan Sadida adalah karunia Allah sebagai alat yang akan memudahkan kita dalam melakukan praktek mendidik anak-anak kita, maka sudah sepantasnya jika kita belum memiliki qaulan sadida, maka kita harus berdoa dan meminta kepada Allah agar memberikannya kepada kita dengan cara memperbanyak mendekat kepada Allah SWT. Memperbanyak istighfar, memperbanyak shaum sunnah, memperbanyak tilawah dan bersegera untuk bangun disaat banyak orang terlelap untuk memohon pertolongan agar dimudahkan dalam mendidik anak-anak kita. Karena waktu terus berjalan, zaman terus mengalami perubahan yang dibarengi dengan munculnya banyak tantangan yang berbeda dalam mendidik anak-anak kita.
.
Jika kita gagal dalam mendidik anak-anak kita, lantas apa yang akan kita sisakan dari hidup kita, bagaimana kita akan mempertanggungjawabkan amanah anak yang Allah berikan pada kita. Disaat banyak pasangan suami istri juga menginginkannya namun tak juga mendapatkannya.
.
Pada prakteknya, saya dan suami (kami)  telah menyusun visi dan misi yang sama sejak awal pernikahan terutama dalam merumuskan bagaimana kami akan mendidik anak-anak kami agar menjadi anak-anak yang shalih. Karena mendidik tidak instan, membutuhkan proses yang panjang. Senantiasa mengulang dan mengingat kembali apa visi dan misi keluarga ketika mungkin dalam praktek ada ketidak selarasan pola pikir atau tindakan dalam membina kehidupan rumah tangga. Begitu memiliki visi dan misi yang jelas maka setiap prakteknya akan lebih sabar dan terarah untuk selaras dengan visi dan misi yang telah kami susun dan sepakati.
.
Pada intinya, "Ketenangan jiwa, baik sangka pada Allah, keyakinan bahwa tidak ada anak yang dilahirkan buruk, akan membuat kita memiliki pensikapan yang baik dan benar terhadap perjalanan pendidikan anak-anak kita." Pola pikir seperti inilah yang selalu ingin kami pertahankan dalam mendidik anak-anak kami.
.
#hari5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

You May Also Like

0 komentar