Day 15: Kunci Keberhasilan Komunikasi

by - 9/22/2018 09:38:00 AM

.
"Begitu menakjubkan urusan orang beriman", Kata Rasulullah. Segala urusannya adalah kebaikan. Dan itu takkan terjadi kecuali pada seorang mukmin. Jika ditimpa musibah ia bersabar, dan sabar adalah baik baginya. Dan jika beroleh nikmat ia bersyukur, maka syukur itu adalah baik baginya.
.
Jalaaludin ar-Rumi mengatakan, Kata-kata lembut yang kita bisikkan pada pasangan kita, tersimpan di suatu tempat rahasia di surga. Pada suatu haru, mereka akan berjatuhan bagaikan hujan, lalu tersebar, dan mistri cinta kita akan tumbuh bersemi di segala penjuru bumi.
.
Berbicara itu mudah, begitu kata mutiara yang saya pelajari waktu SD. Karena mudah, keterampilan berbicara tak diajarkan secara khusus. Demikian juga adab-adab berbicara nyaris tak dikenalkan. Yang sulit adalah berbuat. Begitu sulitnya sehingga murid-murid tidak pernah diajari berbuat untuk mewujudkan hal yang besar. Jangankan yang besar, yang agak besar pun tidak.
.
Berkomunikasi bagi manusia yang hidup tak sendiri adalah kebutuhan. Berkomunikasi bagi dua orang yang seatap sekamar mandi adalah keniscayaan. Dengan komunikasi kita mengungkapkan perasaan, hasrat, cita-cita, dan cinta. Dengan komunikasi kita berbagi. Dengan komunikasi kita saling memberi penguatan, motivasi, dan sejuta hal yang tak bisa hanya kita pendam dalam diri. Sebagaimana cinta selalu menghajatkan kata, dan berawal dari katalah sebuah komunikasi -verbal utamanya- terjadi.
.
Di akhir tantangan level 1 aku mencoba merenungkan, bahwa memang benat permasalahannya akan menjadi pelik, ketika ilmu komunikasi tidak dimiliki. Yang terjadi di rumah kita seringkali bukan komunikasi. Hanya suara lalu lalang di antara dua orang. Tidak ada timbal balik, tidak ada yang komunikator. Hanya pesan berseliweran yang untuk menafsirkannya diandalkan prasangka-prasangka pribadi. Maka cukuplah iman dan takwa sebagai bekal hidup karena ialah sebaik-baik bekal. Walau keimanan itu bertambah dan berkurang, naik dan turun. Dan iman serta takwa pun menghajatkan ilmu. "Fa'lam Annahu Laa Ilaaha Illaah, maka ilmuilah bahwa sesungguhnya tiada Ilah selain Allah, berilmu sebelum mengimaniNya. Al-'ilmu qabla qauli wal 'amaal, ilmu sebelum perkataan dan perbuatan. Maka ilmuilah sebelum berkomunikasi dan bertindak. Agar kita sebagai istri tak menyangka suami tak lagi mencintai. Agar tak menebar apa yang seharusnya menjadi rahasia  dari banyak telinga. Agar suami tak hanya menyangka telah membahagiakan istri. Padahal kalau bukan karena takwa sang istri, rumah tangga bisa terasa seperti neraka penuh api. Dan apa yang kita perlukan sebelum mengilmui sesuatu adalah kebersihan hati.
.
Begitu juga hati, ketika hati kita jernih, rahmat Allah akan merambahnya, menjadikannya lembut dan penuh kasih sayang. Karena ketika hati kita jerbih, dada kita meluas. Kita tidak mudah terbumbu oleh kata-kata lawan bicara yang pedas (ketika emosi memenuhi jiwa). Kita menjadi lebih mudah mencerna aneka kata tanpa prasangka, kemudian menyikapi dengan tindakan paling tepat. Ketika hati kita jernih, maka fikiran kita bening dan kepala kita dingin. Sehingga lisan pun hanya menghembuskan wangi dan meniupkan sejuknya akhlak yang ada dalam diri. Oleh karenanya mari terus belajar dan menjaga kebersihan hati. Bismillah wa alhamdulillah.
.
#hari15
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

You May Also Like

0 komentar