Day 10 Level 1: Komunikasi dengan Suami

by - 9/17/2018 09:26:00 AM

.
"Kebanyakan orang belum memahami bahwa anak-anak adalah salah satu unsur umat ini. Hanya saja dia bersembunyi dibalik tabir kekanak-kanakannya. Apabila kita singkapkan tabir itu, pasti kita temukan dia berdiri sebagai salah satu tiang penyangga bangunan umat ini. Akan tetapi, ketentuan Allah pasti berjalan, yaitu bahwa tabir tersebut tidak akan tersingkap selain dengan bimbingan dan pendidikan secara berkala, sedikit demi sedikit. Oleh karenanya, harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan berahap." Asy-Syaikh Muhammad al-Khidhr Husain rahimahullaah.
.
Anak ibarat buah, sedangkan orangtua adalah pohonnya.
.
Orang-orang banyak melihat dan mengetahui suatu bentuk buah, tapi tak semua orang mengetahui seperti apa bentuk dan wujud dari pohonnya. Maksudnya, orang sering dan mudah melihat anak kita, tapi sebenarnya, wujud dan bentuk anak kita yang mereka lihat tak terlepas dari bagaimana kita sebagai orangtua yang telah menjaganya.
.
Buah yang baik berasal dari pohon yang baik. Maka, jika ingin menghasilkan buah yang baik, pohonnya haruslah dijaga dan dirawat dengan baik.
.
Seperti itulah kita—pasangan suami istri.
.
Jika ingin memiliki anak yang beradab, beraqidah kuat, dan berakhlaq mulia, maka kita, orangtuanya, harus lebih dulu menjadi teladan dengan memiliki adab yang baik, aqidah kuat, dan akhlaq mulia.
.
Salah satu caranya adalah dengan menjaga dan merawat hubungan kita dengan pasangan.
.
Mengutip dari buku Life Excellent karya Reza M. Syarief yang menuliskan bahwasanya problem besar rumah tangga yang berakhir dengan perceraian bermula dari tiadanya dua hal : visi dan komunikasi.
.
Maka, saya mencoba merenungkan bagaiamanakah komunikasi saya selama ini dengan suami.
.
Seperti biasa kami memiliki kebiasaan untuk “pillow talk” atau ngobol santai di tempat tidur di jam-jam sebelum tidur seperti saat ini. Menurut saya berdasarkan kaidah choose the right time, kebiasaan kami sudah benar. Waktu yang kami tentukan atau biasakan untuk ngobrol sudah cukup nyaman. Tidak ada tema khusus yang kami tentukan, apa saja yang kebetulan terlintas itulah yang akan kami bicarakan. Apabila kaida choose the right time berhasil diwujudkan Tapi menurut saya tidak demikian dengan kaidah “eye contact” dan “7-38-55” . Kaidah 7% pemilihan kata-kata dan 38% intonasi suara mungkin bisa tapi tidak dengan kaidah 55% gesture tubuh karna lampu sudah kami redupkan jadi agak susah melihat mata dan bahasa tubuh lawan bicara. Mungkin dilain waktu akan saya coba mencari waktu yang lebih pas untuk dapat menerapkan semua kaidah dengan benar.
.
#hari10
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

You May Also Like

0 komentar