Ads

Day 1 Level 1: Komunikasi Produktif dengan Bayi Berusia 3 Bulan


Menyadari diri masih banyak kekurangan menjalani peran sebagai hamba Allah, istri dan ibu saat ini serta sebagai ikhtiar untuk terus berusaha memaksimalkan diri dalam menjalani peran-peran tersebut. Saya memutuskan untuk bergabung di Komunitas Institut Ibu Profesional setahun yang lalu. Belajar bersama-sama menjadi wanita muslimah, istri dan ibu yang seharusnya dengan teman-teman baru di kota rantau, sungguh membuka wawasan dan pertemanan baru yang menyenangkan. Setelah lulus di Kelas Martikulasi kini saya naik jenjang untuk belajar di Kelas Bunda Sayang.
.
Tantangan game level 1 di Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional adalah memilih salah satu anggota keluarga untuk belajar berkomunikasi produktif dan konsisten menuliskannya selama minimal 10 hari kedepan. Kali ini saya memilih putra pertama saya yang masih berusia 3 bulan sebagai partner untuk menjalani tantangan tersebut. Alasannya karena saya menghabiskan waktu 24 jam bersamanya. Wah gimana caranya berkomunikasi produktif dengan bayi 3 bulan? Penasaran? Sila lanjut baca tulisan ini sampai habis.
.
Apa yang saya tulis ini sebenarnya bukan hal baru bagi kami, jadi saya memilih kebiasaan ini hanya untuk sharing. Dengan harapan dapat menjadi referensi dan bermanfaat untuk teman-teman semua.
.
Seperti yang kita ketahui bersama jika bayi berusia 3 bulan belum bisa berbicara, namun mereka tetap dapat berkomunikasi dengan kita melalui bahasa tubuhnya, bisa mendengar suara kita dengan kedua telingganya dan bisa melihat aktivitas kita dengan kedua matanya. Misalnya ketika sedang haus, bayi berusia 3 bulan akan mengecap-ngecapkan bibirnya, dilanjutkan memasukkan tangan ke mulutnya hingga menangis. Sehingga kita sebagai ibu ketika mengetahui tanda-tanda berikut bisa segera menyusuinya. Inilah salah satu bentuk komunikasi produktif antara orang dewasa dengan bayi berusia 3 bulan.
.







.
Menyusui adalah kado terindah yang Allah berikan kepada ibu dan bayinya. Sebuah moment bernilai ibadah yang jika diteliti manfaatnya begitu menakjubkan. Selain manfaat kesehatan bagi ibu dan bayi. Manfaat lain seperti membantu ibu dan bayi mengembangkan hubungan erat dan penuh kasih (bonding). Bagaimana bisa demikian? dr. Fita Sukrita Isral, IBCLC mengatakan: ketika menyusui, tubuh ibu dibanjiri hormon oksitosin. Hormon ini juga dikenal sebagai 'hormon cinta' karena membuat ibu merasa mencintai bayinya. Ini efek penting untuk membangun bonding dan kedekatan dengan bayi, serta membentuk perilaku keibuan untuk mengasuh bayi dengan baik. Semua ibu tentunya menyayangi bayinya, tapi pada ibu yang menyusui perasaan tersebut lebih kuat lagi karena diperkuat oleh hormon yang selalu muncul dan muncul lagi setiap kali menyusui.
Ketika perasaan seorang ibu lebih kuat dengan putranya. Hal ini akan menurunkan risiko kekerasan pada anak apalagi menelantarkan. Jadi para Ibu akan lebih mudah bersabar dalam mendidik buah hatinya.
.
Para Salafuna Shaleh juga mengajarkan agar senantiasa mengingat Allah ketika menyusui, serta fokus untuk merasa bahagia. Rinkasnya ketika sedang menyusui hendaknya kita tidak disibukkan dengan kegiatan yang lain, dan menunda untuk berbicara yang tidak perlu apalagi membuka HP. Hal inilah yang senantiasa saya usahakan ketika menyusui Utsman. Karena saya menyadari dalam setiap sentuhan ada jutaan rasa kasih sayang yang tercipta menghubungkan antara saya dan Utsman, setiap kalimat dzikr yang terucap, yang terdengar dan terlihat olehnya semoga menjadi pendidikan untuk membangkitkan fitrah keimanannya. Dan rasa bahagia menyusuinya membuat setiap tetes ASI yang keluar segera terganti dengan tetesan2 berikutnya dan menjadikannya seorang anak laki-laki yang shalih dengan izin Allah.
.
Terakhir dengan mengetahui bahasa tubuh bayi yang belum bisa berbicara maka ibu akan lebih mudah merespon sinyal dari bayinya, sehingga respon efektif dari ibu kepada bayinya akan memenuhi kebutuhan bayi dapat segera terpenuhi. Dengan demikian ibu dan bayi akan bahagia, kebahagiaan ibu akan memperbanyak produksi ASI, sedangkan kebahagian bayi akan membuatnya cepat tumbuh menjadi menjadi anak dengan pribadi yang unggul dan penuh cinta.


.
#hari1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Posting Komentar

0 Komentar