Teknik HE Pre Aqil Baligh 11-14 Tahun

by - 4/16/2018 03:41:00 PM


Disclaimer : materi yang saya tulis ini bukan milik saya. All credits dari Tim Pengurus HEbAT Pusat. Saya tuliskan kembali dengan tujuan sebagai catatan pribadi dan berbagi manfaat.


Pada rentang usia pre-aqil baligh 8-14 tahun, orang tua memandu anak untuk “kaya akan gagasan”, setelah kaya akan wawasan (0-7 tahun). Orang tua menjadi teman bermain bagi anak, dan anak mulai bisa mempunyai peran dalam keluarga besar dan komunitas. Pada masa ini, anak boleh bergonta-ganti ide. Pada masa usia pre-aqil baligh 8-14 tahun, adalah saat untuk menularkan value/nilai dan karakter, karena di usia 7 tahun merupakan masa pembentukan karakter.

Perlu dipahami, bahwa value/nilai keluarga dan karakter tidak bisa diajarkan, namun ditularkan melaui keteladanan. Pada usia 8-14 tahun, umumnya anak sudah mulai tidak ego sentris. Pada masa ini anak mulai melihat nilai-nilai sosial, etika-etika dasar dalam ajaran Islam. Pada usia sebelumnya (0-7 tahun) anak sudah mulai diperintahkan shalat.
Rentang usia pendidikan anak usia 8-14 tahun, terbagi pada 2 tahap :
Usia 8-10 tahun :
[1] Mengenal potensi diri,
[2] Magang/club untuk membuka wawasan sehingga melahirkan gagasan, dan
[3] Mulai menjalani ibadah syariah.
Usia 10-14 tahun :
[1] Belajar bersama Maestro,
[2] Magang project,
[3] Menghebatkan potensi diri, kemandirian, kepemimpinan dan sebagainya.

Anak-anak di jenjang usia 8-14 tahun mulai mengenal “MIMPI apa yang akan dia BANGUN”.
Ada beberapa tahapan yang ditempuh pada fase ini:

Pandu anak untuk memahami misi hidupnya dengan cara:
[1] Mengajak anak untuk paham “Who am I?”
[2] Mengajak anak untuk memahami alam sekitarnya/lingkungannya (kearifan lokal)
[3] Mengajak anak untuk memahami zaman saat dia dibesarkan dan prediksi zaman saat anak, aqil baligh nanti.
[4] Kuatkan aqidah anak akan keberadaan Allah swt.

Pandu anak untuk memahami potensi dan bakatnya.
Di bawah ini adalah tahapan yang sudah dipraktekkan oleh Ibu Septi Peni Wulandani dan Pak Dodik Maryanto kepada anak-anak beliau, dengan tahapan sebagai berikut :
[1] Memperbanyak aktifitas anak yang NON-Pelajaran, agar anak cepat menemukan potensi dirinya.
[2] Memasukkan anak ke club Talent sesuai dengan potensi yang ditemukan dan diulang terus menerus.
[3] Ajak anak menuangkan mimpinya dalam VISION BOARD
[4] Memperkenalkan anak kepada beberapa learning model yang berkaitan dengan mimpi anak.
[5] Memandu anak-anak untuk membuat Talent based Individual Project.
[6] Menularkan Leadership dengan benar.



Oleh : Bunda Septi Peni Wulandani

Disusun oleh: Tim Pengurus Pusat HEbAT

You May Also Like

0 komentar