Tazkiyatun Nafs

by - 4/16/2018 12:11:00 AM




Disclaimer : materi yang saya tulis ini bukan milik saya. All credits dari Tim Pengurus HEbAT Pusat. Saya tuliskan kembali dengan tujuan sebagai catatan pribadi dan berbagi manfaat.

Apakah itu tazkiyatun nafs ?
Mengapa harus tazkiyatun nafs ?
Apa fungsi tazkiyatun nafs ?
Bagaimana cara melakukan tazkiyatun nafs ?
Mengapa tazkiyatun nafs menjadi bekal prioritas dalam mendidik anak?

Syaikh Said Hawwa menjelaskannya tazkiyatun nafs sebagai upaya membersihkan diri dari perbuatan syirik dan cabang cabangnya, menanamkan nilai nilai tauhid serta beribadah didasari keikhlasan. Ulama lain pun banyak memberikan penjelasan ttg tazkiyatun nafs.
Konsep tazkiyatun nafs secara sederhana dapat dipahami dari al Qur`an Surat 91 ayat 7 s/d 10.

“Demi Jiwa dan apa yang menyempurnakannya. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya,”  [Surat Ash-Shams 7 – 10]

Dari rangkaian ayat di atas tazkiyatun nafs adalah respon terhadap ilham (inspirasi) perbuatan kefasikan dan ketaqwan. Tidak ada manusia yang terbebas dari inspirasi (ilham) kefasikan dan ketakqwaan. Manusia harus memilih respon terhadap kedua ilham tersebut. Orang yang merespon positif ilham fasik akan melakukan perbuatan keji maka kotorlah jiwanya. Dan akan sulit merespon positif ilham takwa. Fungsi utama tazkiyatun nafs adalah sebagai strategi sekaligus benteng jiwa dalam menghadapi godaan setan.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah -langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatanperbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [QS 24 ayat 21].

Pada dasarnya melakukan tazkiyatun nafs sederhana yaitu dengan menjauhi dosa. Namun ada 1 hal penting yg perlu dihindari agar tazkiyatun nafs dapat terlaksana dengan mudah, yaitu jangan merasa suci sekalipun sudah menjauhi atau tidak melakukan dosa  besar.

(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. [QS. 53 ayat 32].
Lalu, mengapa tazkiyatun nafs penting dalam mendidik anak? Kita semua sepakat atau minimal penah mendengar hadits tentang setiap anak lahir dalam keadaan fitrah. Bagaimana mau mendidik anak yang fitrah, kalau orangtua terpapar atau bahkan terkontaminasi inspirasi futur? Nah di sinilah urgensi tazkiyatun nafs.

Oleh: Ust. M. Ferous
Disusun oleh: Tim Pengurus Pusat HEbAT

You May Also Like

0 komentar