Mengenal Fase Atau Kala (Urutan) dalam Proses Persalinan

by - 4/24/2018 03:27:00 PM



Ada setidaknya 4 kala dalam persalinan:

Kala I
Kala atau fase I merupakan kala pembukaan antara pembukaan 0 hingga 10 (atau biasa kita kenal dengan pembukaan lengkap). Fase ini lama berlangsungnya tidak sama bagi setiap orang sehingga jangan disamakan. Hanya saja umumnya pada perempuan yang baru pertama kali mengalami kehamilan (atau stilahnya primigravida) kala I terjadi selama 12 jam. Sedangkan pada perempuan hamil yang telah hamil lebih dari satu kali multigravida), kala I berlangsung lebih cepat, kurang lebih hanya 8 jam.

Ada dua fase dalam kala I
[1] Fase Laten
Dimulai dari sejak awal kontraksi dirasakan dimana penipisan dan pembukaan serviks mulai terjadi secara bertahap. Masih dihitung fase laten hingga serviks membuka kurang dari 4 cm. Umumnya berlangsung hampir 8 jam.
[2] Fase Aktif
Dimulai dari sejak terjadi kontraksi uterus dengan frekuensi dan lama kontraksi yang terus bertambah secara bertahap. Kontraksi dianggap memadai jika dalam 10 menit terjadi setidaknya 3X atau lebih dan lamanya kontraksi 40 detik atau lebih.

Kala II
Fase ini dimulai ketika pembukaan sudah lengkap hingga bayinya lahir. Umumnya berlangsung selama 2 jam pada primigravida dan 1 jam pada multigravida. Adapun tanda gejala pada Kala II adalah sebagai berikut:
[a] Terasa ingin meneran (menahan nafas dengan tenaga dan menekan, seperti  akan mengejan saat hendak BAB. Hal ini terjadi bersamaan dengan terjadinya kontraksi (atau mulas), yag merupakan respon dari (tubuh dan bayi). Kita merasakan adanya peningkatan tekanan pada bagian kemaluan dan/rektum (daerah pinggul). Nakes akan mengecek, biasanya perineum sudah nampak menonjolkan Vulva vagina dan sfingter ani nampak membuka.
[b] Meningkatnya pengeluaran lendir bercampur darah.

Kala III
Fase ini merupakan proses yang terjadi segera setelah bayi lahir hingga plasenta terlahir pula. Berlangsung kurang lebih 30 menit. Tanda lepasnya plasenta terjadi saat ada perubahan bentuk dan tinggi uterus, tali pusat memanjang dan ada semburan darah mendadak dan singkat.
Pada fase ini pihak nakes akan melakukan manajemen aktif. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan kontraksi yang lebih efektif sehingga dapat mempersingkat waktu berlangsungnya, mencegah pendarahan dan mengurangi kehilangan darah.
Manfaat manajemen aktif Kala III adalah mempersingkat proses terjadinya persalinan di Kala III, mengurangi jumlah kehilangan darah, mengurangi terjadinya retensio plasenta (tidak lahirnya plasenta dalam 30 menit setelah bayi dilahirkan).
Tiga langkah yang biasanya dilakukan dalam menejemen aktif ini adalah:
[a] Pemberian suntik oksitosin dalam 1 menit pertama setelah bayi terlahir
[b] Penegangan tali pusar secara terkendali
[c] Masase fundus uteri (semacam pemijatan pada bagian fundus uteri)
Begitu juga IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dilakukan di Kala ini bertujuan untuk membantu kontraksi sehingga memudahkan plasenta keluar (lahir) atau oleh beberapa penelitian disebutkan IMD dapat mempercepat proses Kala III.

Kala IV
Fase ini dimulai sejak plasenta terlahir hingga dua jam setelah kelahiran (post partum istilahnya). Kala IV dimaksudkan untuk pelaksanaan observasi karena umumnya pendarahan setelah melahirkan (yang tentu saja bisa membahayakan jika tidak ditangani dengan baik) paling sering terjadi selama 2 jam pertama setelah kelahiran. Adapun observasi yang dilakukan oleh pihak nakes meliputi hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
[a] Kondisi ibu setelah melahirkan apakah dalam keadaan bahagia dan sadar? Karena tugas beratnya sudah selesai dan bayi lahir dengan selamat.
[b] Memeriksa tekanan darah, nadi, pernafasan, dan suhu tubuh.
[c] Memastikan kontraksi uterus baik dan tidak ada pendarahan pervaginam (di area alat produksi) atau dari alat genital lainnya.
[d] Memastikan plasenta dan selaput ketuban sudah terlahir dengan lengkap.
[e] Memastikan kandung kemih harus sudah kosong
[f] Luka-luka pada perineum (jika ada) akan dirawat dan dipastikan tidak ada hematoma (kumpulan darah tak normal di luar pembulu darah)
[g] Meresum keadan ibu setelah melahirkan dan bayinya secara umum
[h] Bayi yang telah dibersihkan akan diletakkan disamping kita untuk pemberian ASI
[i] Observasi dilakukan setiap dua jam sekali, bila kondisi kita membaik selanjutnya akan dipindah ke ruang rawat inap bersama bayi.

Sumber:
Aprilia, Yesie. Gentle Birth Balance: Persalinan Holistik Mind. Qanita Mizan. 2014


You May Also Like

0 komentar