Checklist Ibu Hamil Sebelum Menghadapi Persalinan Natural

by - 4/24/2018 11:27:00 PM



Checklist Ibu Hamil (36 weeks) Sebelum Menghadapi Persalinan

Bandung, 20 April 2018. Ditemani cuaca yang tidak menentu di kota perantauan, kadang terasa sangat panas namun lebih dominan begitu dingin menusuk dikala malam. Alhamdulillaah, saat ini usia kandungan saya 35+6 weeks (baarakallahu fiikum), kurang lebih 5 weeks lagi sudah sampai HPL -Hari Perkiraan Lahir- (Mohon do’anya ya reader). Sehingga membuat saya semakin terpacu untuk berburu ilmu terkait apa saja yang harus dilakukan untuk menghadapi proses persalinan nantinya, karena saya dan suami berencana agar saya bersalin di sini, jauh dari sanak keluarga di kota kelahiran, tentunya dengan bayak pertimbangan. Sehingga membuat saya harus bekerja ekstra untuk mengali sebanyak-banyaknya ilmu untuk menjalani persalinan pertama saya dan juga merawat bayi kami. Alhamdulillah dulu sebelum saya hamil, saya sempat mengikuti online class bersama bidan Mugi Rahayu di Kelas Promil (Program Hamil) dan Hamil Persalinan Maryam, sehingga sedikit banyak ilmu yang di dapat ketika itu dan ditambah membaca berberapa refereni serta bertanya kesana kemari ke teman-teman yang sudah berpengalaman semoga dapat bermanfaat bagi saya pribadi dan teman-teman yang menemukan tulisan ini. Baik inilah rangkuman versi saya dari hasil learning  saya selama ini untuk mempersiapkan persalinan normal saya nantinya, dengan tetap mengingat jika hasil sepenuhnya adalah hak Allah sedang kita hanya dianjurkan untuk berikhtiar. (semoga bermanfaat)

[1] Membuat Birth Plan
Apa itu Birth Plan?
Singkatnya Birth Plan adalah sebuah daftar rencana yang kita inginkan dalam menjalani proses persalinan. Bagaimana membuatnya? Silahkan simak artikel apa dan bagaimana membuat birth plan klik [disini]

[2] Hospital Tour
Perlu kita lakukan untuk mengenal tempat persalinan yang akan kita pilih dalam membuat birth plan, agar kita mendapatkan beberapa informasi seperti apakah rumah sakit/klinik tersebut mendukung IMD, ASI Ekslusif dan rawat gabung, kemudian yang paling adalah berapa biaya persalinannya agar kita bisa menyesuaikan dengan biaya yang telah kita siapkan. Klik [disini] untuk melihat hasil Hospital Tour saya di beberapa rumah sakit/klinik kota Bandung.

[3] Memastikan seluruh perlengkapan bayi yang sudah dibeli telah dicuci bersih dan di pack
Pergunakan sabun khusus untuk mencuci seluruh perlengkapan bayi, misalnya untuk yang berbahan kain dicuci dengan detergent khusus bayi yang mengandung formula anti bacterial dan bebas pewangi.

[4] Menyiapkan Baby Bag untuk Persalinan
Hal ini sangat perlu disiapkan jauh-jauh hari, untuk mengantisipasi waktu datangnya kontraksi yang semakin dekat, sehingga ketika saat itu tiba kita sudah siap untuk pergi ke klinik atau rumah sakit yang kita pilih sebagai tempat bersalin. Apa saja isi Baby Bag yang akan dibawa ke klinik atau rumah sakit? Lihat daftar listnya klik [disini]

[5] Daftar checklis Ikhtiar Menjemput Persalinan Normal
Sebagai catatan: Ikhtiar ini hendaknya dilakukan pada usia kehamilah 36 weeks dan mohon jangan melakukannya sebelum usia kehamilan 36 weeks. Karena usia kehamilan 36 weeks adalah masa dimana bayi di dalam perut kita sudah siap memasuki masa-masa persalinan, sebagaimana banyak disampaikan baik bersumber dari literasi maupun tenaga medis, usia kehamilan 37 weeks bayi sudah boleh lahir atau biasa disebut dengan Lahir Cukup Bulan.
Baik, berikut adalah list ikhtiar yang dianjurkan untuk menjemput persalinan normal:
[1] Mengkonsumsi madu satu sendok teh saat bangun tidur
[2] Mengonsumsi kurma ruthab di waktu dhuha (sebanyak 7 butir)
[3] Mengkonsumsi minyak zaitun satu sendok teh di waktu dzuhur
[4] Jalan cepat 3 jam/hari
[5] Yoga atau berenang minimal 1 pekan sekali
Anda dapat mengikuti kelas Yoga Prenatal atau melakukannya sendiri di rumah dengan menyimak video Yoga Prenatal di link You Tube berikut ini:

Instruktur Katy Appleton (Bahasa Inggris)

     

     


     

     

     

     Instruktur Bidan Yessi Aprilia (Bahasa Indonesia)


     

[6] Mendengar panduan relaksasi, banyak tilawah qur’an atau mendengarkan murrotal serta berdzikir.
Teman-teman dapat mendengarkan affirmasi dari bidan Yessi Aprilia di link Youtube berikut ini:

     

     Untuk link download murrotal mp3 klik [disini]

[7] Squat 20 kali sehari
Lakukan gerakan squat 20 kali sehari seperti ini:

     

Squat atau gerakan jongkok berdiri ini ternyata memberi banyak manfaat untuk ibu hamil, diantaranya:
[a] Meningkatkan kekuatan otot pelvis/panggul
[b] Mencegah sakit punggung dan panggul
[c] Membantu bayi turun ke area pelvis
[d] Membantu mempermudah persalinan karena gerakan ini membuka area panggul lebih lebar sehingga bayi punya ruang lebih luas untuk mendorong dirinya sendiri ke luar.
[e] Squat ini juga dapat membantu menjaga bentuk pantat ibu selama hamil dan setelah melahirkan. Agar tetap seksi di mata suami.
[8] Bermain birthing ball atau pelvic rocking 20 menit per hari
Lihat cara menggunakan birthing ball selengkapnya dengan klik[disini]
[9] Sering menganti pakaian dalam setiap empat jam sekali, terutama bagi yang mengalami keputihan
[10] Membersihkan putting
Kita bisa membersihkannya dengan air ketika mandi, atau menggunakan minyak zaitun. Namun jika menggunakan minyak zaitun, usahakan dilakukan sebelum mandi.
[11] Mengkonsumsi booster ASI
Ada banyak produk suplemen yang dibuat untuk membantu meningkatkan produksi ASI. Namun saya pribadi lebih suka mengkonsumsi makanan alami untuk booster ASI seperti daun katuk, kacang almond, biji-bijian seperti kacang hijau, kedelai, edamame, kurma dll.
[12] Menjaga Makanan yang kita konsumsi
Memastikan makanan yang kita konsumsi betul-betul makanan sehat dan real food serta menghindari terlalu banyak makanan yang sudah terlalu banyak di proses.
[13] Aktivitas Seksual Rutin
Usahakan dua hari sekali ya! Mengapa demikian? Karena di dalam sperma suami ada semen yang mengandung protalglandin, hormon yang mampu menginduksi persalinan, mematangkan, dan melunakkan leher Rahim. Sehingga jangan heran jika setelah beraktivitas seksual, miss V dan area pelvis jadi terasa pegal atau bahkan terjadi kontraksi. Untuk teknik melakukannya seperti kita sedang PROMIL (Program Hamil). Setelah penetrasi, bumil jangan langsung bangun untuk membuang air mani. Biarkan air mani tetap di dalam selama beberapa saat. Jika perlu ganjal dengan bantal, agar tidak tumpah kemana-mana.
[14] Menjaga Mood
Menjaga mood ini penting, karena dapat mempengaruhi janin di dalam Rahim dan juga produksi ASI. Sehingga usahakan untuk selalu bahagia.
[15] Perineum Massage
Nah, salah satu kekhawatiran kebanyakan wanita adalah robeknya area perineum termasuk saya. Ada dua upaya yang dapat meminimalisir terjadinya robekan bahkan mampu membuat tidak robek sama sekali ketika melahirkan. Beberapa teman saya menceritakan pengalaman ini. Yang pertama dengan upaya pijat perineum. Yang kedua dengan memilih posisi bersalin yang mendukung gaya gravitasi.
Untuk cara melakukan pijat perineum, anda dapat melihat penjelasan bidan Yessi di link youtube berikut ini:

     

[16] Cek Laboratorium berdasarkan arahan bidan atau dokter
Saran saya lakukan pemeriksaan Lab di Dinas Kesehatan Kota agar mendapatkan harga yang lebih miring, dengan begitu kita bisa berhemat dan menabung untuk kebutuhan lainnya.

[17] Tetap Belajar

Banyaklah membaca terkait Persalinan baik buku-buku panduan atau cerita pengalaman bersalin dari berbagai smber yang dapat dipercaya, begitu juga mulailah pelajari seluk beluk tentang ASI, Imunisasi dan M-PASI.

Baik demikian ikhtiar apa saja yang dapat kita lakukan untuk mengapai persalinan normal dan natural. Walaupun pada akhirnya baik cara, tempat, bagaimana proses dan dengan siapa kita akan melahirkan anak kita nantinya adalah sepenuhnya kehendak Allah. Semoga catatan ini membantu.



You May Also Like

2 komentar

  1. Waw, catatan ini harusnya berguna banget bagi para bidan juga dokter obgyn untuk membantu edukasi pada Ibu agar Ibu siap menjalani kelahiran bayi. Jangan lupa para Ibu juga harus mempersiapkan mental untuk 'kemungkinan' terburuk contohnya ketika akhirnya harus dilahirkan secara caesar karena indikasi medis tertentu yang 'datang' secara tiba-tiba, agar para Ibu tidak kaget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terkait persiapan 'kemungkinan' jika harus melakukan c-section, bisa dengan membuat kemungkinan c-section seperti di birth plan ini http://www.lisanuraeni.com/2018/04/my-birth-plan.html

      Hapus