Ads

Impian Hidupku, Menghafal Al Qur'an



Faktanya banyak yang mengatakan:

Menghafal Al-Qur’an adalah impian hidupku, cita-citaku yang agung, tujuanku yang tertinggi, dan harapan yang ingin diraih oleh orang-orang mulia.

Kata-kata seperti ini tentunya banyak kita dengar dari orang-orang yang bertekat ingin menghafalkan Al-Qur’an. Lalu mengapa “menghafal Al-Qur’an menjadi impian hidup mereka?”

Banyak yang kemudian menjawab bahwa dengan menghafal Al-Qur’an, kita akan mendapatkan pahala dan balasan yang agung; kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat; syafa’at pada hari Kiamat; memiliki teman akrab di dalam kubur; meraih perhiasan dan mahkota kemuliaan; menepati kedudukan yang tinggi di surga; dan obat bagi segala penyakit yang ada di dalam dada.

Namun, sekalipun banyak yang tahu pahala dan balasan yang agung bagi yang mau menghafalkan Kitabullah, mayoritas dari kita masing enggan menghafalkannya dengan banyak alasan:
a. Banyak kesibukan dan tidak adanya waktu.
b. Sebagian lain mengatakan sedang fokus dengan pekerjaan, studi, atau keluarga seperti mengasuh bayi terlebih dahulu.
c. Sebagian lain malah ada yang menyalahkan orang tuanya karena tidak pernah mengajarkan atau mengikutsertakannya untuk belajar Al-Qur’an semenjak kecil.
d. Ada juga beralasan karena faktor usia. Sehingga berkata “Saya sudah tua, sehingga tidak mungkin bisa menghafal.”
e. Ada juga yang menyalahkan sistem sekolah karena tidak memotivasi mereka menghafal Al-Qur’an.
f. Dan ada juga yang mencela atau beranggapan bahwa daya ingatnya lemah sehingga susah untuk berkonsentrasi.
g. Dst

Deretan alasan diatas akan semakin panjang jika kita lanjutkan. Namun perlu kita ketahui sebenarnya deretan alasan tersebut sejatinya hanyalah alasan-alasan yang sepele, karena alasan-alasan tersebut bukan menjadi sebab utama kita tidak menghafalkan Al-Qur’an.

Lantas apa sebenarnya yang menyebabkan kita tidak bisa menghafal Al-Qur’an?

Simak lanjutannya pada artikel terkait berikutnya: Iblis Menjauhkan Kita dari Al Qur'an

Posting Komentar

0 Komentar