Ads

Cara Setan Membuat Manusia Lupa Mengingat Allah




Bagaimana Cara Setan Membuat Manusia Lupa dari Mengingat Allah?

a. Dengan mendatangkan perasaan was-was. Allah Azza wa Jalla berfirman:



“Yang membisikkan kejahatan kedalam dada manusia” (QS. An Nas: 5)

 Ini adalah penyakit yang sulit berdasarkan hadist Nabi:


أَلَا وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ،
وَإِذَا فَسَدَا الْجَسَدُ كُلُّهُ. أَلَا وَهِيَ الْقَلْب

“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik maka baik pula seluruh tubuh, tetapi jika ia rusak maka rusak pula seluruh tubuh, itulah hati” (Muttafaq Alaih)

Allah juga berfirman:



“Karena sesungguhnya, bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta iaah hati yang ada di dalam dada.” (QS Al Hajj: 46)

Penyakit berupa perasaan was-was dari setan yang menjerumuskan manusia ke dalam Jahannam. Adalah sebuah penyakit yang tujuan pokoknya adalah menjauhkan manusia dari mengingat Rabb semesta alam dan melupakanNya.

b. Dengan menawarkan diri menjadi teman yang buruk bagi manusia
Allah Ta’ala berfirman:



“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Al Qur’an) Rabb Yang Maha Pemurah, Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az Zukhruf: 36)

Sehingga orang-orang yang telah berhasil dibuat lalai untuk mengingat Rabb semesta alam akan menjadi teman, sahabat, dan karib setan.

Allah Ta’ala berfirman:



“Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan belakang mereka” (QS. Fushshilat: 25)


“Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada Kami (pada hari Kiamat) dia berkata, ‘Aduhai, semoga (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat, maka setan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai).” (QS. Az Zukhruf: 37-38)

Setan adalah seburuk-buruk teman, dan dia akan berlepas diri dari kita pada hari Kiamat. Allah Ta’ala berfirman:
 


“Setan yang menyertai dia berkata (pula),’Ya Rabb kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh.” (QS Qaf: 27)

 


“(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia, ‘Kafirlah kamu!’ Maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata, ‘Sesungguhnya ak berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah Rabb semesta alam’.” (QS. Al Hasyr: 16)

Simak lanjutannya pada artikel terkait berikutnya: Solusi Menghindari Tipu Daya Setan

Posting Komentar

0 Komentar