Harga Keshalihan Orang Tua

by - 1/09/2018 07:34:00 PM




“Hazm mengatakan, “Saya mendengar al-Hasan al-Bashri ditanya oleh Katsir bin Ziyad mengenai firman Allah ta’ala,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”
(Al Furqan: 74).

Katsir bin Ziyad bertanya kepada al-Hasan, “Wahai Abu Sa’id, apakah yang dimaksud qurrata a’yun (penyenang hati) dalam ayat ini? Terjadi di dunia ataukah di akhirat?" Maka al-Hasan pun menjawab, “Tidak hanya di akhirat, bahkan hal itu terjadi di dunia.” Katsir pun bertanya kembali, “Bagaimana bisa?” al-Hasan menjawab, “Demi Allah, Allah akan memperlihatkan kepada seorang hamba, istri, saudara dan kolega yang taat kepada Allah. Dan demi Allah tidak ada yang menyenangkan hati seorang muslim selain dirinya melihat anak, orang tua, kolega dan saudara yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah ‘azza wa jalla.” ( Tuhfah al Maudud hal.123 ).

Betapa indahnya, jika kita memandang anak-anak kita menjadi anak yang shalih, karena hal itu salah satu penyejuk pandangan kita, do'a-do'anya menjadi amal yang tiada terputus setelah kita wafat.

Namun yang patut kita perhatikan adalah faktor yang mengambil peran penting dalam pembentukan keshalehan anak. Salah satunya adalah keshalihan orang tua itu sendiri.

Jika kita menginginkan anak-anak shalih, maka kita juga harus menjadi orang yang shalih.

Apa keterkaitan keshalihan orangtua terhadap keshalihan anak?

✅ Orangtua yang shalih (baik) insyaa Allah akan melahirkan keturunan yang shalih (baik).
Allah ta’ala berfirman,

ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Keturunan itu sebagiannya merupakan (turunan) dari yang lain.”
(Ali Imran: 34).

Maksud dari ayat di atas adalah orang tua yang baik adalah sumber yang baik, insya Allah akan menghasilkan keturunan yang baik pula.

Keterkaitan keshalihan orangtua terhadap keshalihan anak selanjutnya adalah:

✅ Keshalihan orang tua juga akan memberikan manfaat positif, karena Allah akan menjaga sang anak. Allah berfirman dalam surat al-Kahfi ayat 82,

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ذَلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا 

“Adapun dinding rumah itu  adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh.”
(Al Kahfi: 82)

Dalam ayat ini diberitakan bahwa dikarenakan keshalihan orang tua, menjadi sebab Allah menjaga dan memelihara sang anak, serta tidak mengecewakan orang tua.

Oleh karenanya, keshalihan orang tua itu akan berpengaruh pada sang anak, bahkan manfaat itu tidak terbatas pada sang anak semata, tapi juga berdampak kepada cucu-cucunya hingga tujuh keturunan.

Sebagaimana diriwayatkan oleh al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah bahwa yang dimaksud

وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا

dalam ayat ersebut adalah kakek ketujuh dari dua anak tadi.

Terakhir, keterkaitan keshalihan orangtua terhadap keshalihan anak adalah:

✅ Kelak di surga, Allah ta’ala pun akan mengumpulkan sang anak bersama orang tua mereka yang shalih, meskipun amalan sang anak lebih sedikit dibanding amalan orang tua.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ 

“Dan orang-orang yang beriman, dan anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”
(Ath Thuur: 21)


Disini, Allah ta’ala memasukkan anak-anak orang mukmin ke dalam surga dengan syarat mereka juga beriman. Betapa menyenangkannya, jika kita berkumpul bersama keluarga kita di surga sebagaimana kita berkumpul di dunia ini.

Walaupun amal ibadah sang anak tidak sepadan dengan kedua orang tuanya, amalnya kurang daripada orang tuanya, namun Allah tetap memasukkan keturunannya ke dalam surga.

Karena apa?

Karena keshalehan kedua orang tuanya.

Ada seorang tabi’in yang bernama Sa’id ibn al-Musayyib rahimahullah pernah berkata,

إني لأصلي فأذكر ولدي فأزيد في صلاتي

“Ada kalanya ketika aku shalat, aku teringat akan anakku, maka aku pun menambah shalatku (agar anak-anakku dijaga oleh Allah ta’ala).”

Sehingga cara yang paling tepat untuk meluruskan anak-anak adalah dengan perubahan yang lebih baik dari kita sebagai orangtua. Salah satunya dengan merubah sikap kita menjadi lebih baik kepada orangtua kita.

Maka, mari kita menjadikan diri kita sebagai pribadi yang baik, taat kepada Allah dan shalih, kita jalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya dengan harapan nantinya Allah ta’ala menjaga dan memelihara kita dan anak-anak kita serta anak-anak kaum muslimin.

Betapa berharganya keshalihan orangtua terhadap keshalihan anak-anaknya.


---- catatan ini dapat juga diakses disini 👇 ----

---------------------------------------------------
🌼 Selamat beramal shalih.

⏰ Mari terus sebar kebaikan.
---------------------------------------------------

You May Also Like

0 komentar